Dalam kesempatan itu, Munir turut mengundang Kejaksaan Agung untuk berpartisipasi dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar di Serang, Banten, pada 9 Februari mendatang.
“Kami berharap Kejagung dapat ikut berkolaborasi, khususnya dalam bidang literasi hukum dan kegiatan pameran pada HPN tahun depan di Banten,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyampaikan apresiasi atas peran pers dalam mengawal transparansi lembaga publik.
Ia menegaskan, Kejaksaan Agung selalu terbuka terhadap komunikasi dan kerja sama dengan media, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Silakan teman-teman di daerah berkomunikasi dengan jajaran kami. Jangan sampai tertutup, karena keterbukaan adalah kunci agar masyarakat mengetahui kinerja lembaga kami,” ujar Burhanuddin.
Burhanuddin juga mengajak insan pers untuk terus bersinergi menyampaikan informasi yang akurat dan membangun kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
“Ayo kita terus bekerja sama. Kami membutuhkan peran media dalam menyampaikan apa yang telah kami kerjakan kepada masyarakat,” katanya.
Pertemuan antara PWI Pusat dan Kejaksaan Agung ini diharapkan menjadi langkah strategis memperkuat sinergi antara lembaga penegak hukum dan insan pers, guna menjaga integritas jurnalisme serta meningkatkan literasi hukum nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Akhmad Munir memperkenalkan jajaran pengurus baru PWI Pusat periode 2025–2030 yang mendampinginya yakni Ketua Dewan Kehormatan Atal S Depari, Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang, dan Bendahara Umum Marthen Selamet Susanto.
Kemudian Ketua Bidang Pendidikan Agus Sudibyo, Ketua Bidang Kemitraan dan Kerjasama KS Ariawan; Ketua Bidang Hukum Anrico Pasaribu; Ketua Bidang Multi Media dan IT Hilman Hidayat, dan Wakil Bendahara Umum Sumber Rajasa Ginting.
Ketua Departemen Hankam dan Polri Johnny Handjojo, Ketua Departemen Humas Hengky Lumban Toruan, dan Ketua Depkumham Baren Antonio Siagian.
Wakil Ketua Depkumham Aiman Wicaksono, Wakil Ketua Departemen Hankam dan Polri Musrifah, Wakil Ketua Bidang Kerjasama Amy Atmanto, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Zarman Syah, dan Wakil Ketua Komisi Litbang dan Kajian Jimmy Ende. ***