JAKARTA, RIAUSATU.COM — Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Riau kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan mempertahankan gelar sebagai SPS terbaik se-Indonesia.
Penghargaan ini menegaskan konsistensi SPS Riau dalam membangun ekosistem pers yang sehat di daerah sekaligus memperkuat peran organisasi dalam mendorong kemajuan pers nasional.
Momentum penghargaan tersebut juga dimanfaatkan SPS Riau untuk meluncurkan program “SPS Goes to School”, sebuah gerakan literasi nasional yang diinisiasi dari Bumi Lancang Kuning.
Program ini dirancang sebagai kampanye literasi media dan membaca di kalangan pelajar untuk menumbuhkan generasi muda yang kritis dan berwawasan luas.
Ketua SPS Riau, Buya Saidul Tombang, mengatakan keberhasilan ini bukan sekadar capaian organisasi, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dunia pers dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“SPS juga bertanggung jawab mempersiapkan regenerasi pembaca. Karena tanpa pembaca cerdas, media tidak akan hidup,” ujarnya di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Selasa, 21 Oktober 2025.
Ucapan selamat dan apresiasi mengalir dari berbagai kalangan insan pers. Sejumlah tokoh nasional turut memuji konsistensi SPS Riau dalam menjaga tradisi prestasi dan inovasi.
“Lanjutkan tradisi menjadi SPS terbaik se-Indonesia. Tahniah Buya Saidul Tombang dan seluruh pengurus SPS Riau,” ujar Zulmansyah Sekedang, salah satu tokoh pers nasional.
Pengurus SPS Riau, Khairul Amri, menyambut baik peluncuran gerakan literasi tersebut dan berharap inisiatif dari Riau itu dapat diadopsi oleh seluruh pengurus SPS di Indonesia.
“Kampanye literasi harus menjadi gerakan bersama seluruh SPS se-Indonesia,” katanya.
Dengan raihan ini, SPS Riau tidak hanya mempertegas kiprahnya sebagai organisasi pers terdepan di tingkat nasional, tetapi juga menjadi pelopor gerakan literasi yang menginspirasi daerah lain untuk ikut berperan aktif membangun masyarakat melek media dan informasi.
Di tengah derasnya arus digitalisasi dan banjir informasi, langkah SPS Riau menghadirkan gerakan literasi terasa relevan.
Dari Riau, semangat menjaga kualitas jurnalisme dan kecerdasan publik kembali dipancarkan—menegaskan bahwa tradisi terbaik bukan hanya soal penghargaan, tetapi komitmen untuk terus menumbuhkan ekosistem pers yang tercerahkan. ***