peristiwa

Tujuh Nyawa Melayang di Freeport, CERI: MacMoran Harus Bertanggung Jawab!

Rabu, 8 Oktober 2025 | 16:37 WIB
PT Freeport Indonesia mengerahkan peralatan berat untuk mengevakuasi jenazah para pekerja yang terjebak di area longsoran material basah di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. (f: antara)

“Itulah mengapa tanggung jawab moral dan hukum atas kecelakaan ini tidak bisa hanya ditimpakan ke jajaran lokal,” ujarnya.

CERI juga menyoroti sikap pasif organisasi profesi seperti Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) dan Indonesian Mining Association (IMA).

“Kenapa mereka diam? Semua seperti jinak. Ada apa dengan mereka?” tanya Hengki.

Tragedi di Perut Bumi

Sebagaimana dilaporkan BBC edisi 28 September 2025, tujuh pekerja Freeport dipastikan tewas setelah terjebak di terowongan tambang bawah tanah akibat luncuran material basah berisi batuan dan lumpur.

Lima jenazah ditemukan pada Ahad, 5 Oktober 2025, menyusul dua lainnya yang telah diangkat sebelumnya.

Peristiwa itu terjadi pada 8 September 2025. Sekitar 800.000 metrik ton material basah—setara dengan ratusan ribu truk pasir—meluncur deras dan menutup lorong tambang.

Seorang guru besar Institut Teknologi Bandung menyebut insiden tersebut sebagai “volume longsoran terbesar yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Freeport menyatakan telah membentuk tim penyelidikan internal dan berkoordinasi dengan otoritas Indonesia untuk menelusuri penyebab kejadian.

Namun, hingga kini, belum ada hasil penyelidikan yang dipublikasikan ke publik.

“Negara harus tegas,” kata Hengki. “Kalau memang tambang sudah milik Indonesia, tunjukkan dengan keberanian menuntut tanggung jawab mereka."

Tragedi di tambang Freeport bukan hanya tentang tujuh nyawa yang hilang, tapi juga tentang kedaulatan yang belum sepenuhnya pulih dari bayang panjang MacMoran. ***

Halaman:

Tags

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB