Ia juga menyampaikan rencana kolaboratif bersama Pemerintah Kota untuk menjadikan rumah singgah "Tuan Kadi" sebagai pusat kegiatan budaya dan ekonomi rakyat.
“Kita bisa hidupkan wisata air, rumah-rumah warga disulap menjadi homestay, anak-anak muda kita latih menjadi pemandu wisata dan pelaku UMKM. Kita ubah kampung narkoba menjadi kampung ekonomi kreatif!”
Tak hanya deklarasi bebas narkoba, dalam kegiatan ini juga dibagikan ratusan paket sembako kepada masyarakat, sebagai bentuk kepedulian aparat kepolisian dan pemerintah kepada warga yang selama ini kurang tersentuh bantuan secara merata.
Kegiatan tersebut mencerminkan bukan hanya semangat pemberantasan narkoba, tetapi juga pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat. Para tokoh yang hadir juga menyuarakan pentingnya evaluasi rutin dan pendekatan yang menyentuh akar permasalahan masyarakat mulai dari pemberdayaan ekonomi hingga penguatan peran ibu-ibu sebagai penjaga moral rumah tangga.
Pada akhirnya, deklarasi Kampung Dalam Bebas Narkoba bukanlah akhir, melainkan awal dari perjuangan bersama untuk menepis stigma dan membangun kembali harapan. Seperti disampaikan Kapolda Riau dalam pidatonya, “Kita ingin Kampung Dalam tidak lagi dikenal karena narkobanya, tapi karena prestasinya, karena budayanya, karena semangat masyarakatnya yang luar biasa.”
Dengan semangat gotong royong, sinergi antar lembaga, dan dukungan penuh masyarakat, Kampung Dalam perlahan namun pasti tengah menulis ulang takdirnya dari kampung rawan menjadi kampung harapan. ***