PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Ketua Umum Ormas Pemuda Tri Karya (PETIR), Jack Sihombing, menuding ada persekongkolan jahat dalam proses pengadaan pengangkutan sampah Kota Pekanbaru di Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Kota Pekanbaru yang dimenangkan PT Ella Pratama Perkasa (EPP), dengan harga penawaran Rp33,3 miliar.
Sayang, dikonfirmasi riausatu.com secara terpisah melalui pesan WhatsApp, Kamis (9/1/2025), baik Direktur PT EPP Syukron Yuliadi, Plt Kepala DLHK Pekanbaru, Reza Fahlevi, maupun Kepala UPT Pelayanan Persampahan DLHK Pekanbaru, Wahyu Darmawan Basyuni, tidak menjawab pertanyaan yang dikirim sampai berita ini tayang.
Seperti diberitakan media siber ini, Ketua Umum Ormas PETIR, Jack Sihombing, mengatakan poses pengadaan sampah Kota Pekanbaru diduga penuh dengan persekongkolan jahat yang berpotensi merugikan negara dan memperkaya oknum pejabat DLHK Kota Pekanbaru.
Karena itu, tegasnya, pengadaan lelang dengan metode e-Katalog tersebut mesti batal demi hukum. "PETIR akan siapkan laporan ke aparat penegak hukum sebelum terlanjur uang negara habis dimakan 'tikus-tikus' doyan duit," sebut Jack Sihombing.
Jack Sihombing lantas membeberkan sejumlah dugaan persekongkolan jahat seperti yang ditudingkannya, baik kesalahan PT EPP maupun kesalahan DLHK Pekanbaru.
Salah satu kesalahan PT EPP yang fatal adalah, unit angkutan yang ditawarkan tidak sesuai dengan fakta di lapangan, transdipo atau TPS belum dapat izin dari camat, serta armada yang disewa sudah berumur di atas 5 tahun.
"Intinya, armada angkutan sampah milik PT EPP nyaris tidak ada. Buktinya, selama seminggu lebih di awal Januari 2025 jalan-jalan di Kota Pekanbaru disuguhi gunungan sampah bau busuk tidak terangkut, padahal itu sudah masuk tanggung jawab PT EPP," kecam Jack Sihombing.
BERITA SELENGKAPNYA:
https://www.riausatu.com/hukum/42914305802/kontrak-angkutan-sampah-pt-epp-batal-demi-hukum-petir-siapkan-laporan-ke-aph
Berikut Galeri Foto Sebagian Bukti Dugaan Persekongkolan PT EPP dan DLHK Pekanbaru dalam Tender Angkutan Sampah di Kota Pekanbaru: