Viral OTT KPK, Hedon Keluarga Sekdaprov, Bupati Rohil, Masjid An-Nur, Wagubri: Ini Pernyataan FKPMR

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Sabtu, 8 April 2023 | 11:26 WIB
Chaidir, Ketua Umum Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR). (f: istimewa)
Chaidir, Ketua Umum Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR). (f: istimewa)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Provinsi Riau sebagai Tanah Tumpah Darah Melayu, “Riau The Home Land of Melayu”, dalam beberapa hari dan beberapa pekan terakhir ini gundah gulana akibat beberapa peristiwa yang memalukan dan mencoreng Marwah Melayu.

‘’Peristiwa-peristiwa yang tak patut itu dilakukan oleh orang patut-patut. Beritanya tersebar di berbagai media, bahkan viral secara nasional dan mancanegara, dan tentu saja membuat masyarakat Riau kehilangan muka,’’ ujar Ketua Umum Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), Dr. drh. H. Chaidir, MM, dalam pernyataan persnya, Sabtu 8/4/2023).

Pertama, OTT (operasi tangkap tangan) Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil dan beberapa orang stafnya yang dilakukan oleh KPK, dalam dugaan korupsi berjamaah;

Kedua, perilaku hedon istri dan anak Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, SF Hariyanto, yang kemudian menjadi bulan-bulanan kalangan netizen. SF Hariyanto beserta keluarganya telah diperiksa KPK untuk klarifikasi. SF Hariyanto juga telah beberapa kali memberi bantahan di berbagai media, tapi masyarakat pada umumnya sudah terlanjur skeptis.

Ketiga, dugaan penipuan yang dilakukan oleh Bupati Afrizal Sintong dengan istrinya dalam kasus proyek, yang diberitakan di berbagai media dan telah memasuki ranah penyidikan.

Keempat, rubuhnya proyek pembangunan payung elektronik di halaman Masjid Raya An-Nur yang bernilai puluhan miliar rupiah. Payung ini baru pada tahap uji coba. Padahal, payung elektronik ini pada awalnya digadang-gadang sebagai kebanggaan Riau. Spek dan pengerjaannya dinilai kurang profesional dan oleh karenanya mendapat tanggapan miring dari masyarakat.

Kelima, tereksposnya di ruang publik ketidakpuasan Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution, atas pemotongan sumbangan Safari Ramadhan  Wagubri –yang menurut Wagubri dipotong langsung oleh Gubernur Riau Syamsuar—, sehingga Wagubri memutuskan menghentikan Safari Ramadhannya.

‘’FKPMR sangat prihatin dan sangat menyayangkan kejadian-kejadian tersebut, karena tidak sepatutnya terjadi di Provinsi Riau sebagai negeri Melayu yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Melayu,’’ sebut Chaidir.

Menurutnya, nilai-nilai budaya Melayu adatnya bersendi syara’, syara’ bersendi kitabullah, pedoman masyarakat Melayu dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.

Dalam nilai-nilai tersebut tercermin nilai-nilai integritas, keramah-tamahan, saling menghargai, keterbukaan, dan sopan santun. Berlandaskan nilai-nilai tersebut orang Melayu dikenal memiliki sifat jujur, taat, setia, ikhlas, terbuka, dan bersih hati. Semangat ini terbukti dapat mengakomodasi perbedaan dalam masyarakat yang berbilang kaum.

Nilai luhur tunjuk ajar Melayu mengutamakan persatuan dan kesatuan, menjunjung tinggi kegotongroyongan, dan menegakkan tenggang rasa di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Tenggang rasa adalah toleransi.

Orang Melayu sangat menghormati, menjunjung tinggi, dan memuliakan musyawarah dan mufakat dalam kehidupan sehari-hari. Apapun bentuk rancangan, pekerjaan, atau masalah, baik bersifat pribadi, keluarga atau umum/organisasi harus dimusyawarahkan, setidak-tidaknya dalam lingkungan terbatas.

“Tegak adat karena mufakat, tegak tuah karena musyawarah. Di dalam musyawarah, buruk baiknya akan terdedah, di dalam mufakat, berat ringan sama diangkat”. “Tidak ada kusut yang tak bisa diungkai, tak ada keruh yang tak bisa dijernihkan”.

Orang tua-tua mengingatkan agar musyawarah dilakukan secara terbuka, jujur, dan bebas mengeluarkan pendapat, tidak ada paksaan dan tetap mengutamakan persatuan dan kesatuan, duduk sama rendah tegak sama tinggi, menghormati pendapat dan pikiran orang lain, menjunjung keadilan dan kebenaran, menjauhkan sak wasangka, mendahulukan kepentingan umum, tidak mementingkan diri atau kelompok tertentu, tidak pilih kasih, dsb.

pucuk putat warnanya merah
bila dikirai terbang melayang
duduk mufakat mengandung tuah
sengketa usai dendam pun hilang

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB
X