Bukan Ogah Bayar, Penjual Nasi Uduk Ungkap Awal Mula Bentrok di Matraman karena Geber-geber Motor

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Senin, 27 Juli 2026 | 13:35 WIB
Gerobak nasi uduk yang dirusak di Matraman sebelum bentrok kelompok warga pecah. (f: Instagram/bangranistones)
Gerobak nasi uduk yang dirusak di Matraman sebelum bentrok kelompok warga pecah. (f: Instagram/bangranistones)

“Awalnya nanya-nanya doang, mungkin karena enggak dapet orangnya, jadi emosinya membabi buta gitu. Mereka tangan kosong, enggak pakai senjata,” tambahnya.

Ikhlas Gerobaknya Rusak dan Kaki Terkena Pecahan Beling

Adapun kerusakan gerobak, kata Rusdi bagian roda, kaca, dan dagangannya pada hari itu berserakan.

Rusdi juga mengaku mengalami tindak kekerasan serta mengalami luka di bagian kaki karena serpihan kaca.

“Ini yang rusak cuma kaca sama roda, masih bisa dibenerin. Iya ramai (dipukuli) pakai tangan kosong dan ramai,” ujar Rusdi.

“Yang makan di saya waktu itu lagi kosong, lagi enggak ada orang. Kalau saya ini cuma kena pecahan beling aja di kaki,” tambahnya.

Meski tempat jualannya mengalami kerusakan, Rusdi mengaku ikhlas dan memastikan masih bisa berjualan.

“Yaudah gimana lagi, udah Suratan Ilahi. Masih bisa dagang, ini kerusakannya enggak parah-parah banget, cuma roda doang,” tukasnya.

Sementara itu, korban dalam bentrok ini menewaskan seorang pemuda berinisial K (23) dan pihak kepolisian telah mengamankan 3 orang serta memeriksa 15 orang lainnya secara intensif.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X