BANDA ACEH, RIAUSATU.COM — Upaya memperkuat peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi kreatif dan melestarikan budaya daerah menjadi fokus kolaborasi antara Amy Atmanto, Wakil Ketua PWI Bidang Kemitraan dan Hubungan Antar Lembaga, dan Marlina Muzakir, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Aceh.
Keduanya sepakat memperkuat sinergi media dan lembaga perempuan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat di Tanah Rencong.
Kesepahaman itu mengemuka dalam pertemuan keduanya di Banda Aceh, Selasa, 4 November 2025.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, Amy dan Marlina menyoroti pentingnya peran media dalam menyebarluaskan informasi positif tentang kekayaan budaya, potensi ekonomi kreatif, serta semangat perempuan Aceh yang dikenal tangguh dan kreatif.
Menurut Amy Atmanto, perempuan Aceh memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi berbasis budaya.
Melalui program kemitraan dan literasi media, PWI berkomitmen menjadi jembatan untuk memperluas gaung potensi daerah hingga ke tingkat nasional dan internasional.
“Perempuan Aceh adalah potret ketangguhan dan kreativitas yang berakar kuat pada nilai budaya. Banyak pahlawan perempuan lahir dari Serambi Mekkah ini, dan semangat itu masih hidup dalam generasi hari ini,” ujar Amy, yang juga memiliki darah keturunan Aceh.
Sementara itu, Marlina Muzakir menilai kolaborasi lintas sektor antara PWI, PKK, dan Dekranasda merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan Aceh secara lebih luas.
Ia menegaskan pentingnya promosi, pendampingan, dan peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif, terutama yang digerakkan oleh perempuan.
“Kami ingin produk Aceh tak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga menembus pasar global melalui peningkatan kualitas, promosi, dan literasi digital. Semua ini demi kesejahteraan masyarakat dan memperkuat peran perempuan dalam pembangunan,” ujar Marlina.
Marlina menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan pesan Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming, yang menekankan pentingnya pendampingan bagi pelaku UMKM agar siap bersaing di pasar global.
“Masih banyak pelaku UMKM yang belum mendapatkan pendampingan optimal. Tugas kita adalah membina dan memberikan edukasi agar mereka siap menembus pasar nasional bahkan internasional,” katanya.
Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja PWI ke Aceh.
Sebelumnya, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir bersama sejumlah pengurus menjalani prosesi peusijuk atau tepung tawar—tradisi adat masyarakat Aceh dalam menyambut tamu kehormatan.
Prosesi itu dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor PWI Aceh, Banda Aceh, Sabtu, 1 November 2025.