PWI Pusat Dipeusijuk, Akhmad Munir Ajak Wartawan Teladani Rasulullah dalam Etika Pers

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Sabtu, 1 November 2025 | 20:51 WIB
PWI Pusat Dipeusijuk, Akhmad Munir Ajak Wartawan Teladani Rasulullah dalam Etika Pers. (f: istimewa)
PWI Pusat Dipeusijuk, Akhmad Munir Ajak Wartawan Teladani Rasulullah dalam Etika Pers. (f: istimewa)

BANDA ACEH, RIAUSATU.COM — Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir mengajak para wartawan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam menjaga kebenaran dan menjauhi fitnah.

Pesan itu disampaikan dalam prosesi peusijuk atau tepung tawar yang digelar keluarga besar PWI Aceh di Banda Aceh, Sabtu, 1 November 2025.

Prosesi adat khas Aceh itu menjadi simbol penyambutan tamu kehormatan sekaligus ungkapan syukur atas terbentuknya kepengurusan baru PWI Pusat periode 2025–2030.

Acara ini juga dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang dihadiri para pengurus dan anggota PWI Aceh.

Turut mendampingi Akhmad Munir yang juga menjabat Direktur Utama Perum LKBN Antara, antara lain Sekretaris Jenderal PWI Pusat Zulmansyah Sekedang, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama dan Kemitraan Amy Atmanto, serta Anggota Dewan Pakar Muhammad Amru, mantan Bupati Gayo Lues.

Dalam sambutannya, Akhmad Munir menyampaikan rasa syukur atas penyambutan hangat yang diberikan keluarga besar PWI Aceh.

Ia menilai perpaduan antara tradisi lokal dan nilai-nilai keislaman seperti yang tergambar dalam peusijuk dan peringatan Maulid menjadi sarana mempererat silaturahmi antarsesama insan pers.

“Kini, PWI sudah bersatu kembali. Kami dipercaya menakhodai organisasi ini untuk lima tahun ke depan. Doakan agar amanah ini bisa kami jalankan dengan baik,” ujar Munir di hadapan pengurus dan anggota PWI Aceh.

Munir juga mengenang masa kecilnya yang diwarnai perayaan Maulid Nabi di kampung halaman.

Ia menegaskan, peringatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk meneladani sifat dan keteladanan Rasulullah SAW, termasuk dalam menjalankan profesi jurnalistik.

“Meneladani Rasulullah berarti memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Wartawan harus menjunjung tinggi kode etik, tidak berniat buruk, serta selalu tabayun untuk memastikan kebenaran informasi,” ujarnya menegaskan.

Sementara itu, Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin menjelaskan, tradisi peusijuk bukan hanya bentuk penghormatan kepada tamu kehormatan, tetapi juga tanda syukur atas terbentuknya kepengurusan baru PWI Pusat yang dikukuhkan di Solo, Jawa Tengah, awal Oktober lalu.

“Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan dan doa agar kepengurusan PWI Pusat dapat membawa semangat baru bagi insan pers di seluruh Indonesia. Apalagi, tiga pengurus PWI Pusat yang hadir kali ini merupakan putra daerah Aceh,” kata Nasir.

Acara berlangsung khidmat dan penuh keakraban.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB
X