BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Apa Riau akan Diguyur Hujan Lebat atau Angin Kencang?

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Sabtu, 6 September 2025 | 19:19 WIB
Ilustrasi cuaca. (f: kompas.com)
Ilustrasi cuaca. (f: kompas.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem terjadi selama sepekan ke depan.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menyebut hujan intensitas ringan hingga lebat melanda beberapa wilayah.

"Periode 5-7 September 2025 cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan," ujar Andri saat dihubungi, Jumat (5/9/2025), dilansir kompas.com

Pada periode tersebut, BMKG memperkirakan hujan intensitas sedang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Banten, Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, dan Papua.

Selain itu, hujan intensitas lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang dapat terjadi di Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

Kemudian, angin kencang berpotensi dialami wilayah Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, serta Papua Selatan. Andri menyebut, pada 8-11 September 2025 cuaca di Indonesia umumnya didominasi berawan hingga hujan ringan.

"Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali," ungkap dia.

"Lalu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Pegunungan," imbuh dia.

Hujan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian di Jawa Timur, Sulawesi Barat, Maluku, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.

Sementara angin kencang diprediksi terjadi di Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, serta Papua Selatan.

Dia menjelaskan, cuaca ekstrem dipengaruhi faktor atmosfer global, regional, hingga lokal yang membuat atmosfer tetap labil dan kondusif bagi terbentuknya awan hujan.

Menguatnya monsun Australia hingga pertengahan September turut meningkatkan potensi angin kencang di wilayah Indonesia selatan.

Menurut Andri, secara global, nilai dipole mode index (DMI) sebesar minus 1,28, menunjukkan adanya IOD negatif yang mendorong suplai uap air lebih banyak ke bagian barat Indonesia.

Pada skala regional, gelombang atmosfer seperti Kelvin dan Rossby Ekuator diprediksi aktif melintasi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, serta Papua, yang memperbesar potensi hujan.

"Gelombang atmosfer berfrekuensi rendah yang bertahan di wilayah Indonesia turut mendukung potensi pembentukan awan hujan di atmosfer. Faktor ini sejalan dengan adanya anomali Outgoing Longwave Radiation negatif dan suhu muka laut yang lebih hangat di sejumlah perairan," papar Andri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Rekomendasi

Terkini

X