PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Rasa lapar dan dahaga warga korban banjir di Kota Pekanbaru, Riau, sedikit terobati. Hal ini setelah Ditbinmas Polda Riau menyalurkan bantuan berupa ratusan takjil dan nasi kotak kepada masyarakat terdampak banjir di pinggiran Sungai Siak Jalan Tanjung Batu dan Jalan Tanjung Medang serta
penampungan sementara di SDN 7 Kelurahan Pesisir Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru, Jumat 7 Maret 2025.
Bantuan yang tiba di lokasi banjir langsung di distribusikan oleh Dirbinmas Polda Riau, Kombes Pol Rudi Abdi Kasenda dan anggota bersama ABUJAPI dan Pusdiklat Satpam Wilayah Provinsi Riau.
Dirbinmas Polda Riau, Kombes Pol RA Kasenda menyampaikan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat serta meningkatkan kepedulian sosial di bulan Suci Ramadan 1446 H.
“Ini untuk memberikan dukungan dan mengurangi beban warga yang terdampak. Kami bisa turun hari ini membagikan ratusan nasi takjil dan kotak kepada warga terdampak banjir. Semoga air segera surut,” ujar Kombes RA Kasenda.
Selain membagikan nasi kotak, Kombes RA Kasenda juga berharap bantuan yang diberikan bisa memberikan sedikit keringanan bagi warga yang kesulitan akibat bencana ini
"Kami berharap apa yang kami berikan ini bisa sedikit membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir. Semoga kondisi segera membaik dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” katanya.
Masyarakat korban banjir yang menerima takjil dan nasi kotak menyambut baik kegiatan ini dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Dirbinmas Polda Riau bersama jajaran.
Ketinggian air banjir akibat luapan Sungai Siak di kedua wilayah di Kecamatan Lima Puluh itu merendam ratusan rumah warga dengan ketinggian air 70 - 100 cm.
Banjir yang melanda di sejumlah wilayah di Kota Pekanbaru ini terjadi setelah curah hujan yang begitu tinggi pada Rabu 5 Maret 2025 kemarin
Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru tersebut menyebabkan sungai dan saluran drainase meluap, mengakibatkan sejumlah wilayah terutama yang berada di dataran rendah, terendam air.
Kondisi ini memaksa warga untuk mengungsi dan menghadapi kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Banyak jalan utama yang tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga memperburuk kondisi lalu lintas di beberapa area. ***