PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman santai menanggapi adanya proyek renovasi toilet ''termahal di Indonesia karena harga satu toilet Rp 23 juta'' di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau yang menguras uang rakyat senilai Rp1 miliar.
''Semuanya kan sudah dibahas dalam TAPD dan Banggar. Anggaran itu juga masuk dari SKPD yang terkait. Pastinya punya alasan dan itungannya,'' jawab Andi Rachman kepada GoRiau.com, Jumat (12/8/2016) di Kantor Gubernur Riau.
Menurutnya, anggaran fasilitas buang hajat yang sebenarnya terkesan pemborosan itu tidak menjadi masalah baginya. Asalkan, fasilitas yang dibuat benar-benar bermanfaat.
''Kalau memang toilet harus diperbaiki untuk menjaga kebersihan dan kesehatan ya gimana, masak kita larang. Kalau sudah dibuat tapi tidak berguna, itu pemborosan,'' kata Ketua DPD I Partai Golkar Riau ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, meski jadi lembaga pengawas, sepertinya DPRD Riau kecolongan dengan sejumlah proyek yang tengah berlangsung di gedung wakil rakyat tersebut. Bahkan proyek dengan anggaran miliaran ini penuh dengan kejanggalan dan diduga mark-up.
Salah satu proyek besar itu seperti rehab kamar mandi dan sejumlah fasilitas buang hajat (WC) anggota dewan dengan volume 42 kamar. Proyek yang dilaksanakan CV Putri Sribunga ini menghabiskan anggaran sebesar Rp1,070 miliar.
Selain itu, proyek yang tidak terkait dengan kepentingan rakyat ini yakni perbaikan atap lapangan tenis dengan anggaran sebesar Rp1.003 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh CV Riau Jaya Perkasa hingga September 2016 mendatang. Proyek rehabilitasi WC gedung DPRD Riau dan pembuatan atap DPRD Riau ini memiliki konsultan pengawas yang sama yakni PT Serarora Abadi Konsultan.
Sementara itu, Kabag Umum Sekretariat DPRD Riau yang membawahi pekerjaan proyek di lingkungan sekretariat DPRD Riau, Khuzairi mengaku tidak bisa menjawab terkait proyek di Bagian Perlengkapan sebagai sub Bagian Umum tersebut. ''Saya tidak bisa jawab itu, langsung saja tanya ke Sekretaris DPRD,'' ujarnya.
Terkait sejumlah proyek besar di sekretariat DPRD Riau ini, anggota Komisi A Eddy A. Muhammad Yatim mengaku tidak dapat mengomentari karena tidak mengetahui secara detail. ''Saya kan baru masuk dewan pada akhir 2015, jadi tidak tahu persis saat penyusunan mata anggaran secara rinci di Sekwan. Nanti saya tanyakan dulu ke kawan-kawan Komisi A,'' kata Eddy Yatim. (dri)