otonomi

Sambangi Masjid Raya Senapelan, Wako Pekanbaru Beberkan Berhasil Mengaspal 42 dari Target 5 Km Jalan

Senin, 23 Februari 2026 | 11:32 WIB
Wako Agung Nugroho menyerahkan bantuan pembangunan ke pengurus masjid sebesar Rp 100 juta. (f: Ist)

 

PEKANBARU, RIAUSATU.COM  - Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho memaparkan berbagai capaian pembangunan Pemko Pekanbaru sepanjang tahun lalu saat menghadiri agenda Safari Ramadan di Masjid Raya Senapelan, Ahad  (22/2/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan menjadi momentum refleksi atas kinerja sekaligus tantangan pembangunan ke depan.

Dalam sambutannya, Agung menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi tahun awal yang penuh tantangan. Waktu yang terbatas membuat sejumlah program belum sepenuhnya terealisasi. Namun demikian, berbagai capaian signifikan berhasil diwujudkan, terutama di bidang infrastruktur dan penanganan banjir.

Pada sektor perbaikan jalan, Pemko Pekanbaru awalnya menargetkan pengaspalan sepanjang lima kilometer. Melalui rasionalisasi dan efisiensi anggaran, realisasi pekerjaan justru melampaui target hingga mencapai 42 kilometer jalan yang kembali mulus di berbagai titik kota.

“Banyak persoalan yang harus diselesaikan secara bertahap. Tahun pertama tentu belum mampu menjawab seluruh kebutuhan, tetapi kami terus berupaya maksimal,” ujar Agung, dilansir pekanbaru.go.id.

Di bidang penanganan banjir, sebanyak 20 titik rawan telah ditangani sepanjang tahun lalu. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat genangan air di beberapa lokasi, termasuk di Kecamatan Senapelan, terutama saat curah hujan tinggi.

Kendati begitu, durasi genangan dinilai lebih singkat dibandingkan sebelumnya. Untuk tahun ini, Pemko bersama DPRD telah menganggarkan program lanjutan guna mempercepat penyelesaian persoalan banjir yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Sektor pendidikan dan kesehatan juga menjadi perhatian utama. Sepanjang 2025, sebanyak 1.578 anak yang sebelumnya putus sekolah telah kembali mengenyam pendidikan.

Sementara itu, lebih dari 3.000 kasus stunting berhasil ditangani. Tahun ini, pemko menargetkan penanganan terhadap sekitar 500 anak yang masih mengalami stunting maupun gizi buruk.

Penguatan layanan dasar turut dilakukan melalui peningkatan kapasitas kader posyandu. Lebih dari 3.000 kader telah mendapatkan pelatihan dan fasilitas seragam rompi guna menunjang profesionalitas pelayanan. Langkah ini diambil untuk memastikan pelayanan kesehatan ibu dan anak berjalan tepat sasaran serta berkualitas.

Agung juga menyoroti pentingnya pelestarian sejarah dan budaya, khususnya di Kecamatan Senapelan yang merupakan cikal bakal berdirinya Kota Pekanbaru. Senapelan sempat tertinggal dalam arus pembangunan selama ini.

Namun kini, berbagai kegiatan rutin digelar untuk menghidupkan kembali denyut kawasan bersejarah tersebut.
Salah satu upaya konkret ialah revitalisasi Rumah Singgah Tuan Kadi yang kini kembali menjadi ikon budaya Kota Pekanbaru dan pusat kegiatan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Agung mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan. Modal utama pembangunan bukan semata anggaran atau proyek fisik, melainkan kerukunan dan kekompakan warga.

“Mari kita jaga kebersihan, awasi pergaulan anak-anak, perkuat pendidikan agama di rumah, serta tunaikan kewajiban membayar pajak tepat waktu. Pembangunan bergerak dari, oleh, dan untuk masyarakat,” tegasnya.

Halaman:

Tags

Terkini