Buka Rakerda IKSPI Kera Sakti, Gubri: Sudah Seharusnya Pencak Silat Masuk Iven Internasional

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Minggu, 18 Desember 2022 | 11:31 WIB
 Gubri Syamsuar saat membuka Rakerda IKSPI Kera Sakti Pengurus Daerah Riau 2022. (f: ist)
Gubri Syamsuar saat membuka Rakerda IKSPI Kera Sakti Pengurus Daerah Riau 2022. (f: ist)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Saat membuka rapat kerja daerah (Rakerda) Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti Pengurus Daerah Riau tahun 2022, Gubernur Riau (Gubri) Drs. H. Syamsuar M.Si. mengatakan, sudah seharusnya pencak silat ini bisa masuk kedalam iven internasional.

“Tadi kami juga mendengar tekad dari pengurus pusat bersama pengurus provinsi, bahwa silat ini agar bisa masuk ke dalam event internasional. Kami tentunya mendukung sekali, karena ini sudah menjadi harapan semua masyarakat Indonesia,” ungkapnya. dalam kegiatan yang dihelat di Gedung Balai Latihan Pertanian, Jalan Kaharudin Nasution, Kota Pekanbaru, Sabtu (17/12/2022) malam.

Dengan begitu, dirinya berharap besar, keinginannya pesilat di Bumi Lancang Kuning ini bisa meraih prestasi di setiap generasi. Dia juga menghimbau bahwa pengurus dapat meningkatkan pelatihan dan pembinaan untuk atlet.

“ Karena itulah kita harus meningkatkan pelatihan dan pembinaan atlet. Jadi semuanya baru bisa berjalan kalau itu sudah terlaksanakan. Sehingga, dengan apa yang kita persiapkan ini, kita bisa dapat meraih medali emas untuk mengharumkan Provinsi Riau,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Harian IKPSI Kera Sakti Pengda Riau, Nurhadi Kaslan, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur Riau dalam kegiatan rapat pertama organisasinya.

“Terima kasih kepada pak Gubernur yang senantiasa telah hadir malam ini. Serta juga membimbing kami dan membantu kami, mudah-mudahan apa yang diberikan pada perguruan kami dibalas oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ucapnya.

Nurhadi jelaskan, bahwa Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti ini sangat menjaga tali persaudaraan. Oleh karena itu, perguruannya memiliki prinsip yang sangat identik yaitu dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.

Sehingga, jika melihat dari prinsip tersebut mengandung makna bahwa seseorang sudah sepatutnya mengikuti atau menghormati adat istiadat yang berlaku di tempat tinggalnya

“Prinsip-prinsip dari perguruan kami dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Dan falsafat dari perguruan kami keempat penjuru kita cari saudara, tapi apabila ada musuh pantang tunduk kepala,” pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Listrik di Riau Sudah Pulih 100 Persen

Senin, 25 Mei 2026 | 13:45 WIB
X