Kapolda juga menyinggung suasana sejuk yang menyelimuti Kota Pekanbaru usai hujan pada malam sebelumnya sebagai pengingat bahwa alam akan memberikan manfaat apabila dijaga bersama.
“Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita. Seperti hujan yang turun tadi malam sehingga udara pagi ini menjadi sejuk. Itu adalah pengingat bahwa manusia dan alam harus hidup berdampingan,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengapresiasi penyelenggaraan Riau Bhayangkara Run 2026 yang dinilainya mampu memadukan olahraga dengan kampanye penyelamatan lingkungan.
Menurutnya, tema Riau Lawan Karhutla menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan yang setiap tahun menjadi perhatian di Provinsi Riau.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Riau beserta seluruh jajaran yang telah menyelenggarakan Riau Bhayangkara Run 2026. Melalui kegiatan ini kita menyampaikan pesan bahwa kita bersama-sama melawan kebakaran hutan dan lahan demi menjaga Riau tetap hijau,” ujar SF Hariyanto.
Selain menghadirkan kompetisi lari, Riau Bhayangkara Run 2026 juga menjadi pesta rakyat yang dipadati berbagai aktivitas pendukung, termasuk bazar UMKM, hiburan, serta penampilan musisi nasional Ndarboy Genk dan Charlie Van Houten yang memeriahkan suasana bersama ribuan peserta dan masyarakat di lapangan Mapolda Riau.
Melalui penyelenggaraan tahun ini, Riau Bhayangkara Run tidak hanya memperkuat citra Riau sebagai destinasi sport tourism, tetapi juga menjadi media edukasi publik bahwa olahraga dapat menjadi sarana efektif membangun kesadaran kolektif untuk menjaga hutan, melindungi satwa liar, serta memperkuat komitmen bersama mewujudkan lingkungan yang lestari. ***