nasional

Soal Vaksinasi Covid-19, Pakar: Terdapat Persoalan Soal Kepastian Terkait Vaksin

Sabtu, 11 Februari 2023 | 15:39 WIB
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. (f: int)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Guru Besar Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Prof Tjandra Yoga Aditama menyarankan agar pemerintah sebaiknya tetap dapat memberikan vaksin Covid-19 secara gratis kepada masyarakat, meski nantinya pandemi telah usai. Prof Tjandra berharap pemberian vaksin secara gratis itu dapat dilakukan hingga beberapa tahun ke depan.

"Ini kan penyakit yang (pernah) jadi pandemi luar biasa, jadi tentu akan baik kalau negara melindungi warganya terhadap penyakit ini, walaupun nanti sudah bukan pandemi," katanya, dikutip pada Sabtu, 11 Februari 2023.

Prof Tjandra menilai bahwa masih terdapat persoalan mengenai kepastian terkait vaksin, yaitu mengenai vaksinasi diulang, waktu pengulangan, dan jenis vaksin yang digunakan, apakah tetap sama atau berubah sesuai varian yang ada.

"Apakah vaksinnya akan diulang setiap enam bulan. Kalau toh harus diulang maka kita juga belum tahu sampai berapa lama, berapa tahun ke depan atau seumur hidup atau bagaimana," ujarnya, sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com.

Adapun, saran tersebut dikatakan seiring adanya kemungkinan penerapan vaksin Covid-19 berbayar.

Meski demikian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diketahui masih mengkaji lebih lanjut soal rencana vaksin Covid-19 berbayar tersebut. Sementara itu, hingga saat ini, vaksin Covid-19 booster kedua masih bisa didapatkan secara gratis.

Tak hanya soal vaksin, Prof Tjandra juga membahas soal pembiayaan long Covid-19. Ia menyarankan agar Pemerintah Indonesia ikut menanggung pembiayaan long Covid-19 tersebut.

Lebih lanjut, ia pun menilai, terdapat dua permasalahan terkait long Covid-19, yaitu gejala sisa usai terinfeksi Covid-19, dan peningkatan risiko kesehatan yang mencakup gangguan kardiovaskular, dan penyakit metabolik setelah menderita virus tersebut.

Vaksinasi booster kedua
Pemerintah Indonesia telah menggencarkan program vaksinasi booster kedua Covid-19 mulai 24 Januari 2023 di seluruh wilayah

di Tanah Air. Adapun, dosis vaksin tersebut diperuntukkan bagi masyarakat umum berusia 18 tahun ke atas.

Kemenkes pun telah mengimbau masyarakat untuk memenuhi dosis vaksinnya hingga booster kedua. Imbauan tersebut diberikan guna meningkatkan imunitas tubuh masyarakat.

Keterangan itu turut disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi.

"Pandemi belum selesai. Untuk meningkatkan kekebalan dan antisipasi pribadi, tentu sangat baik kita mendapatkan booster kedua." ucapnya.

Menurut Siti, di tengah kondisi Covid-19 yang terkendali ini, masyarakat pun dinilai menjadi rentan abai dengan imunitas terhadap Covid-19. Padahal, meski kondisi Covid-19 terkendali, tapi varian baru masih bermunculan.

Oleh karena itu, Siti mengatakan jika pemerintah masih terus mengedukasi masyarakat mengenai manfaat vaksinasi dosis lengkap. Tak hanya vaksin, protokol kesehatan juga masih terbilang penting untuk diterapkan saat ini.***

Tags

Terkini

Monumen SMSI Menjadi Salah Satu DTW di Cilegon

Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:51 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik

Jumat, 29 Mei 2026 | 21:15 WIB