nasional

Empat Pilihan Jika Covid-19 Berakhir, Mau Pilih yang Mana?

Kamis, 5 Januari 2023 | 16:40 WIB
ilustrasi pasien Covid-19. (f: int)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Tersedia empat pilihan jika Covid-19 berakhir, sebagaimana dikatakan oleh peneliti sekaligus konsultan hematologi dan onkologi, Zubairi Djoerban.

"Pandemi Covid-19 berakhir, jika, 1. Menjadi “wabah lokal”. Seperti Black Death atau virus musiman seperti Influenza, 2. Tidak ada lonjakan kasus," ujarnya dalam akun Twitter @ProfesorZubairi pada Kamis 5 Januari 2023, sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com.

Ketiga, lanjut Zubairi, masyarakat menutup mata mengenai varian XBB15 yang sudah terdeteksi di 29 negara, termasuk Indonesia. Keempat, masyarakat berpura-pura seakan pandemi Covid-19 telah berakhir dan menjadi endemi.

"Silahkan Anda memilih," ujarnya.

Covid-19 di China Meningkat

China saat ini sedang bersiap menghadapi gelombang Covid-19, yang memiliki varian jenis baru. Sekitar 80 persen kasus Covid-19 terbaru dari China saat ini merupakan hasil infeksi dari varian BA 5.2 dan BG.7.

Varian ini tergolong baru dari seluruh tipe Covid-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih belum menentukan varian jenis apa ini, tetapi penyebarannya sedang diawasi secara ketat.

China sendiri sudah memberlakukan kebijakan Zero-Covid alias masyarakat diminta untuk bisa hidup berdampingan dengan pandemi tersebut. Karenanya, pemerintah China sudah tak lagi melaporkan data mengenai korban Covid-19 kepada umum.

Tetapi, data korban Covid-19 China diunggah oleh John Hopkins University pada 3 Januari 2023.

Data menunjukkan kalau saat ini terjadi 164.182 kasus Covid-19 di China, salah satu yang paling tinggi sejak Februari-Maret 2022 dengan jumlah mencapai 448 ribu kasus.

Data tersebut diikuti oleh angka kematian korban akibat Covid-19 yang disebutkan mencapai 407 orang meninggal dunia, tertinggi sejak 7-13 Maret 2022 dengan jumlah korban mencapai 1.990 orang.

Malaysia Larang Turis China

Menteri Kesehatan Dr Zaliha Mustafa dalam keterangannya siap untuk menanggapi Covid-19 China secara serius.

Ia menegaskan larangan kedatangan turis dari China akan segera diberlakukan jika memang diperlukan.

"Itu (larangan turis China) akan diterapkan jika memang perlu, tidak hanya pengunjung atau pelancong (warga Malaysia dan non-Malaysia) yang datang dari China, tetapi juga dari negara lain," ujar Zaliha dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Channel News Asia.

Halaman:

Tags

Terkini

Monumen SMSI Menjadi Salah Satu DTW di Cilegon

Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:51 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik

Jumat, 29 Mei 2026 | 21:15 WIB