JAKARTA, RIAUSATU.COM - Juru bicara (jubir) Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan besar kemungkinan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diberhentikan di akhir tahun.
Hal ini lantaran angka kesembuhan pasien Covid-19 di tanah air relatif tinggi sepanjang 2022, bahkan dua bulan terakhir mencapai 97 persen.
'Melihat data yang ada, Covid-19 di Indonesia dapat dikatakan terkendali,'' tutur Wiku, dalam konferensi pers, dikutip Jumat, 22 Desember 2022, sebagaimana dilansir Pikiran.Rakyat.com.
Didasarkan pada data yang dimiliki Satgas, kasus Covid-19 di empat minggu terakhir telah melandai usai alami kenaikan selama empat pekan di akhir Oktober lalu.
''Oktober kemarin, kasus positif mingguan naik dari 19 ribu menjadi 46 ribu kasus,'' ujar WIku
Dari jumlah tersebut, kemudian angka kasus mengalami penuruhan signifikan di empat pekan terakhir.
''Dengan rata-rata 6.500 kasus per hari, namun kenaikan ini tidak lama dan empat minggu terakhir mengalami penurunan menjadi rata-rata seribu seratus kasus per hari,” ucapnya.
Secara otomatis, penurunan kasus aktif dan kasus positif Covid-19 tersebut akan memberikan efek domino pada kasus kematian.
Baca Juga: 20 Ucapan Hari Natal 2022 dalam Bahasa Inggris, Cocok Dibagikan lewat Medsos dan Kartu Ucapan
Alhasil kasus pasien meninggal ikut alami penurunan sehingga menjadi 174 kasus tiap minggunya, dan rata-rata 24 orang per harinya.
Kendati demikian, Wiku mewanti-wanti masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati saat kebijakan PPKM sah dicabut nantinya.
Dia berharap masyarakat memiliki kesadaran penuh untuk ikut andil mencegah penularan atau infeksi Covid-19.
Meski dia mengklaim situasi Covid-19 di Indonesia sudah bisa dikategorikan endemi, secara global organisasi kesehatan dunia (WHO) masih belum mencabut status pandemi.
Untuk itu, perubahan kebijakan tersebut memerlukan kedisiplinan masyarakat dalam menjaga kesehatannya secara lebih mandiri agar transisi dapat berjalan dengan baik.
“(Agar) Covid-19 tetap terkendali di Indonesia, meskipun saat ini Indonesia sudah mulai masuk ke dalam situasi endemi,'' ucapnya