nasional

Nataru Makin Dekat, Densus 88 Pastikan Tidak Ada Peningkatan Ancaman Terorisme

Jumat, 23 Desember 2022 | 14:54 WIB
Ilustrasi Densus 88 Mabes Polri Amankan Mahasiswa Terduga Teroris. (f: Pikiran.Rakyat.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Kepala Bagian (Kabag) Bantuan Operasi (Banops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengatakan menjelang Natal dan tahun baru (nataru) 2023 tidak ada eskalasi ancaman yang meningkat.

Oleh karena itu, masyarakat diminta tak perlu khawatir untuk merayakan dua momen tersebut.

Dia mengatakan pihaknya akan memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang sepanjang perayaan libur Nataru.

“Tidak ada eskalasi ancaman sekarang dan ke depannya. Seluruh elemen, Densus bergerak didukung Polda, Polres, dan lainnya,” ujarnya, Kamis (22/12/2022), sebagaimana dilansir Pikiran.Rakyat.com

Menurut dia, serangan terorisme sejatinya bertujuan untuk menyebarkan ketakutan untuk masyarakat. Sehingga, kata Aswin, aksi terorisme itu perlu dilawan agar masyarakat tidak menjadi parno dan khawatir.

"Kehidupan sekarang dengan tenang akan terus seperti ini sampai event perayaan (Natal dan Tahun Baru) berlangsung, dan setelahnya. Tidak boleh ada kekhawatiran,” ucapnya.

Lebih lanjut, Densus 88 juga akan terlibat dalam Operasi Lilin Lodaya 2022 yang berlangsung mulai 23 Desember 2022 sampai 3 Januari 2023.

Aswin menyebut, Densus 88 akan melakukan pengawasan, pengamanan, dan tugas lainnya selama perayaan Nataru.

Sebelumnya, Densus 88 telah menangkap 26 orang yang terlibat dalam jaringan teroris di lima Provinsi sepanjang Desember 2022.

Baca Juga: Pertama Kali Rayakan Natal di Penjara, Ferdy Sambo Bakal Dijenguk Keluarga: Mohon Doanya

Tersangka teroris yang diamankan tersebut diduga terkait dengan jaringan Jemaah Islamiyah (JI) dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

26 orang tersebut ditangkap di wilayah Sumatera Utara 10 tersangka, Sumatera Barat 1, Riau 1, Jawa Tengah 8, dan Jawa Barat 6 tersangka. Dari 26 pelaku itu, tujuh di antaranya diduga terlibat dalam aksi bom bunuh diri Polsek Astana Anyar, Bandung.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Rabu, mengatakan ketujuh tersangka itu, enam di antaranya ditangkap di Jawa Barat berinisial YS, SH, AS, DP, TJD, dan AM, dan satu tersangka di Jawa Tengah, RSM.

Ketujuh orang itu diduga memiliki peran mengetahui rencana aksi atau perakitan bom yang dilakukan Abu Muslim alias Agus Sujatno, pelaku bom bunuh diri yang menggegerkan Kota Bandung pada Rabu 7 Desember 2022 lalu.***

Tags

Terkini

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB