JAKARTA, RIAUSATU.COM - Sebuah sebuah survei dari aplikasi kencan online, Just Dating, membeberkan fakta bahwa ternyata kebanyakan orang Indonesia memiliki riwayat perselingkuhan.
Dikutip dari kanal YouTube Satu Persen- Indonesia Life School, aplikasi itu mengungkapkan ada sekitar 40% orang Indonesia itu pernah selingkuh dari pasangannya. Bahkan Indonesia menduduki urutan ke-2 di Asia Tenggara sebagai negara dengan tingkat perselingkuhan yang cukup tinggi.
Persentase perselingkuhan menurut kelamin (pria) sebagai berikut:
4% pria pernah menikah melakukan selingkuh.
16% pria memilih tinggal bersama.
37% pria yang baru berpacaran, pernah melakukan sex bebas kepada yang bukan pasangannya.
Sedangkan persentase perselingkuhan menurut kelamin (wanita sebagai berikut:
1% wanita menikah melakukan selingkuh.
8% wanita memilih tinggal bersama.
17% wanita berpacaran pernah selingkuh.
Definisi selingkuh diatas tersebut adalah berhubungan sex dengan orang yang bukan pasangannya.
Berdasarkan data dan survei di atas, sebagaimana dilansir Pikiran-Rakyat.com, perselingkuhan ternyata bukanlah hal yang baru, bahkan sudah ada sejak zaman Firaun maupun zaman Yunani kuno.
Diketahui, secara data survei, pria itu lebih sering melakukan perselingkuhan dibandingkan dengan wanita.
Dilihat dari sisi secara biologis, pria memproduksi sperma setiap saat, sedangkan pada wanita, hanya bisa memproduksi sel telur satu bulan sekali.
Pernikahan monogami bahkan kebanyakan didasari bukan karena latar belakang cinta, melainkan untuk mendapatkan layanan dan untuk bertahan hidup.
Makin kesini pernikahan Monogami didasari Karena rasa cinta, lantas mengapa dengan latar belakang “cinta” pasangan pun masih bisa atau rentan selingkuh?
Salah satunya disebabkan adanya kesenjangan antara ekspektasi pernikahan monogami dengan yang saat ini dijalani. Balik lagi dilihat dari berbagai sudut pandang juga.***