nasional

Fenomena Bencana Dampak Perubahan Iklim Telah Menjadi Perhatian BNPB

Selasa, 20 September 2022 | 15:48 WIB
Ilustrasi. (f: Pikiran-Rakyat.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mencatat bahwa dampak perubahan iklim pada skala lokal telah menyebabkan berbagai fenomena bencana hidrometeorologi.

Dalam Disaster Briefing yang digelar di Jakarta pada Senin, 19 September, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara, Muhari mengungkapkan bahwa sejak akhir 2019 atau awal 2020, Indonesia mengalami intensitas dan frekuensi hujan yang lebih tinggi.

Hal tersebut menyebabkan beberapa wilayah yang semula memilki hari tanpa hujan yang lebih lama, kini menjadi lebih singkat.

Ketidaknormalan tersebut, ujar Muhari, turut disebabkan oleh faktor lingkungan. Salah satunya adalah banyaknya peralihan lahan yang menyebabkan suhu secara global mulai naik.

Abdul mengungkapkan bahwa dalam skala lokal, hal ini akan dirasakan dampaknya pada sepuluh sampai lima belas tahun yang akan datang. Seperti contohnya adalah banjir yang terjadi di Kabupaten Sintang dan Kabupaten Katingan selama dua tahun berturut-turut.

Dalam sepuluh tahun terakhir, banjir malah sangat jarang terjadi pada dua wilayah tersebut. Perubahan iklim menyebabkan frekuensi kejadian banjir di dua kabupaten tersebut menjadi semakin sering dan meluas.

Bukan hanya itu, dalam waktu yang bersamaan, dampak perubahan iklim juga menyebabkan kejadian banjir dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Abdul menyoroti Provinsi Aceh, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

Contoh peristiwa ini terjadi di Kabupaten Sintang yang saat dilaporkan terjadi banjir, pada saat yang bersamaan, kebakaran juga terjadi di wilayah tersebut. Hal ini juga terjadi di Kabupaten Katingan.

Abdul menyebutnya sebagai dampak perubahan iklim pada skala lokal.

“Dua fenomena yang berlawanan, air dan panas, air dan api, itu terjadi pada saat bersamaan dalam lokasi yang tidak terlalu jauh ya. Saya menyebutnya ini adalah dampak dari perubahan iklim pada skala lokal,” kata Abdul.

Dirinya mengatakan bahwa fenomena bencana sebagai dampak dari perubahan iklim dalam kurun waktu tiga tahun ini telah menjadi perhatian BNPB dan segenap pemangku kepentingan di daerah.***

 

Tags

Terkini

Monumen SMSI Menjadi Salah Satu DTW di Cilegon

Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:51 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik

Jumat, 29 Mei 2026 | 21:15 WIB