MAKKAH, RIAUSATU.COM-Jemaah haji asal Indonesia mengaku senang dengan fasilitas hotel yang disediakan pemerintah pada musim haji 2016. Seluruh jemaah haji asal Indonesia saat berada di Madinah diinapkan di hotel yang letaknya di kawasan Markaziyah, atau terletak maksimal 650 meter dari Masjid Nabawi.
Menurut Sairi, jemaah asal Brebes, hotel tempat dia menginap cukup menyenangkan. Meski satu kamar diisi oleh lima orang, fasilitas yang disediakan cukup lengkap. Bahkan menurutnya, pihak hotel pun memperbolehkan jemaah haji masak di kamar.
''Kita diperbolehkan masak. Fasilitasnya juga bagus,'' ujarnya, sebagaimana dilansir merdeka.com.
Saat merdeka.com mampir ke salah satu hotel tempat jemaah haji menginap, Jawharat Al Rasheed, kondisinya lumayan bagus. Fasilitas yang disediakan, kalau di Indonesia masuk kategori hotel bintang empat.
Selain bentuk bangunan yang mewah, ada fasilitas lain, selain cafe, kamar yang luas, serta kualitas kasur yang bagus. Di hotel ini, jemaah haji Indonesia menempati lantai 8,9 dan 10. Jemaah haji asal Turki juga menginap di hotel ini.
Hal tak jauh beda di Hotel Golden Tulip Al Mektan. Fasilitas yang disediakan hotel tersebut juga tak jauh beda dengan Hotel Jawharat Al Rasheed. Lokasinya pun cuma berseberangan saja. Untuk menuju Masjid Nabawi, dari dua hotel ini cukup 300-an meter saja.
''Hotelnya bagus,'' kata Wawi, Jemaah haji asal Lahat, Sumatera Selatan yang tinggal di Hotel Jawharat Al Rasheed.
Dibanding dengan fasilitas hotel di Mekkah, hotel untuk jemaah haji di Madinah memang lebih bagus. Selain terletak sangat dekat dengan Masjid Nabawi, fasilitasnya pun rata-rata lebih bagus. (dri)