PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Untuk kembali menghidupkan Bandara Tempuling di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), rencananya pengelolaannya akan dilakukan oleh Kementrian Perhubungan (Kemenhub). Untuk itu Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau bersama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) segera inventarisir aset yang ada di Bandara ini.
''Kita sudah lakukan inventarisir aset Bandara Tempuling ini. Baru selanjutnya bisa diserahkan pengelolaannya pada pihak Kemenhub,'' sebut Rahmad Rahim selaku Kepala Dishub saat ditemui wartawan pada Senin (8/8/ 2016) di Kantor Gubernur Riau.
Rahmad juga mengaku sudah mengadakan Pembicaraan dengan Gubernur Riau dan pihak Kemenhub. Intinya bahwa penyerahan pada Kemenhub ini disetujui dan hendaknya dapat terealisasi secepatnya sehingga Bandara Tempuling dapat dimanfaatkan kembali.
''Selesai inventarisir kita akan kembali duduk bersama. Tujuannya untuk membahas proses penyerahan ke Kemenhub,'' ujarnya, sebagaimana dilansir halloriau.com.
Menurut Rahmad banyak manfaat yang bisa didapat bila pengelolaan bandara ini dilakukan oleh Kemenhub nantinya. Dimana fasilitas dan kelas bandara bisa lebih ditingkatkan saat dikelola Kemenhub nantinya.
''Pemkab Inhil pun akan terbantu dalam penghematan anggaran. Karena tak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk pengelolaan bandara Tempuling saat sudah dilakukan pengelolaan oleh Kemenhub,'' ujarnya.
Kedepannya jika Bandara Tempuling dikelola Kemenhub maka akan membuat masyarakat Inhil lebih bangga.Karena bandara akan lebih besar dan bisa memudahkan masyarakat bila rute penerbangan ditambah.
''Saat ini landasan pacu (runway) Tempuling sudah 1,8 Kilometer. Sebelumnya 1,3 Kilometer,'' sebut Rahma 42-300 milik maskapai penerbangan Susi Air. Jika dikembangkan lagi tentu tidak menutup kemungkinan tambahan maskapai ataupun jenis pesawat.
''Saat ini landasan pacu (runway) Tempuling sudah 1,8 Kilometer. Sebelumnya 1,3 Kilometer,'' sebut Rahmad.
Dengan panjang runway 1,3 km sudah ada pesawat jenis ATR 42-300 milik maskapai penerbangan Susi Air. Jika dikembangkan lagi tentu tidak menutup kemungkinan tambahan maskapai ataupun jenis pesawat. (dri)