POSO, RIAUSATU.COM-Jumiatun alias Umi Delima, istri dari teroris Santoso semakin ceria setelah mendapat perawatan di rumah sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah.
''Dia lebih rileks, sudah bisa tertawa, lebih ceria,'' kata Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Rudy Sufahriadi, di Palu, Senin (25/7), dikutip dari Antara.
Umi Delima menyerahkan diri ke aparat Satgas Operasi Tinombala pada Sabtu (23/7) difasilitasi petani di Poso. Saat Santoso tertembak petugas, Umi Delima kabur dengan membawa lari satu pucuk senjata yang digunakan suaminya ketika baku tembak dengan aparat.
Rudy mengatakan, Umi Delima belum dimintai keterangan secara formal karena menunggu pemulihan kesehatannya secara total. ''Umi belum diperiksa secara formal, masih wawancara,'' katanya, sebagaimana dilansir detik.com.
Menurutnya, dari fisik perempuan dengan tinggi badan 144 centimeter itu sehat. Kecuali kulitnya sedikit mengalami gangguan diduga dampak dari hidup di hutan selama bersama Santoso.
Rudy menuturkan selama penanganan, Umi Delima dilayani oleh petugas berhijab sehingga perempuan beranak satu itu lebih terbuka.
''Dia juga sudah pakai baju baru. Dia biasa-biasa saja,'' ungkap Rudy.
Rudy menjelaskan, Umi Delima juga kooperatif bahkan dirinya juga menceritakan peristiwa baku tembak antar Satgas Tinombala dengan suaminya. Kemungkinan Umi Delima juga akan melalui pemeriksaan psikologi.
''Sangat kooperatif dan menceritakan semua yang terjadi dan itu bisa diterima akal sehat,'' ujarnya.
Umi Delima tidak sempat menyaksikan pemakaman suaminya, Santoso. Pimpinan kelompok sipil bersenjata paling dicari aparat itu dimakamkan di Poso Sabtu (24/7) sore. Sementara Umi Delima sedang dalam perjalanan menuju Palu. Umi Delima tiba di Palu, sekitar pukul 19.30 WITA dan menyerahkan diri pada Sabtu pagi melalui bantuan petani. (dri)