JAKARTA, RIAUSATU.COM-Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan menggandeng mahasiswa untuk meningkatkan pariwisata di tanah air. Program 'Pariwisata Goes To Campus' ini diyakini dapat membantu mewujudkan tujuan pemerintah yang menjadikan pariwisata sebagai leading sector perekonomian nasional.
''Mahasiswa itu bisa dijadikan sebagai kader perubahan atau agent of change. Ini akan membawa dampak luas pada masyarakat,'' kata Deputi Bidang Kelembagaan Kepariwisataan Kemenpar, Ahman Sya saat acara buka puasa bersama dengan wartawan di Jakarta, Kamis (30/6).
Program Pariwisata Goes To Campus akan membidik universitas-universitas terbesar di 10 destinasi prioritas. Antara lain Toba, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Labuan Bajo, Wakatobi, Morotai, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu dan Kota Tua, dan Mandalika.
''Kampus itu tempatnya para pemikir, kaum intelektual muda yang punya semangat tinggi. Yang namanya mahasiswa, jika dia bergerak akan mempercepat proses perubahan termasuk pergerakan dan sosialisasi mengenai pariwisata. Jadi, apabila pariwisata melibatkan mahasiswa, akan mendapatkan kepercayaan yang lebih tinggi dari masyarakat dalam dan luar negeri,'' tuturnya.
Pihaknya optimis pembangunan pariwisata dengan melibatkan kampus atau mahasiswa akan menjadi sebuah gerakan yang efektif.
''Sejarah Indonesia menunjukkan bahwa berbagai perubahan mendasar selalu melibatkan kalangan kampus dan mahasiswa sejak 1908, 1928, 1945, 1966, 1975, dan 1998,'' kata Ahman Sya, sebagaimana dilansir merdeka.com.
Dia menjelaskan, ada sejumlah kegiatan dalam 'Pariwisata Goes To Campus' yakni seminar kepariwisataan, focus group discussion (FGD), pelatihan kader intelektual pariwisata sebagai agen perubahan, pembangunan jaringan digital kader pariwisata antarkampus, dan kongres pariwisata nasional.
''Tahun depan akan kita adakan kongres pariwisata nasional. Akan tetapi, persiapannya harus dimulai dari sekarang,'' katanya. (dri)