TEMBILAHAN, RIAUSATU.COM-Pemerintah Kabupaten Inhil membantah jika acara berbuka puasa bersama yang digelar bersama dengan Kerukunan Keluarga Indragiri Hilir (KKIH) di Pekanbaru dan Jakarta hanya sekedar kegiatan rame-rame.
Hal itu dikatakan Bupati Inhil HM Wardan melalui Kabag Kesra Setdakab Inhil, HM Arifin, Ahad (19/6). Hal itu dikatakannya terkait maraknya reaksi masyarakat Inhil maupun para netizen di dunia kegiatan jalan-jalan yang dilaksanakan pemerintah guna menghabiskan APBD Inhil.
Menurut Arifin, selain merupakan anjuran dari agama Islam sendiri untuk menjalin silaturrahmi, juga dengan kegiatan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap warga Inhil meskipun sedang di perantauan.
''Pemerintah sudah mengkaji dengan matang kegiatan ini, dari dampak positif dan negatifnya. Kami meyakini, bahwa kegiatan ini lebih banyak positifnya,'' kata Arifin, dilansir bidikonline.com.
Dimana, menurut Arifin, selain menjalin silaturrahmi dengan warga Inhil yang berada di luar daerah, juga menjajaki peluang-peluang yang bermanfaat bagi Inhil, baik melalui investasi swasta maupun dengan dana pusat bagi pembangunan Inhil.
''Sebab ternyata, banyak warga Inhil yang sukses di perantauan. Ada yang jadi pengusaha dan ada juga yang menjadi pejabat penting di kementerian maupun lembaga. Dengan silaturrahmi ini tentunya bisa menjalin hubungan baik dan mendiskusikan apa saja yang bisa mereka bantu untuk pembangunan daerah,'' jelasnya.
Jadi, lanjutnya kegiatan ini bukan sekedar kegiatan rame-rame saja, namun bertujuan untuk membuka potensi-potensi yang baik bagi pembangunan daerah. ''Jika ada terbuka potensi tersebut, maka SKPD terkait yang ikut hadir bisa langsung di tindak lanjuti,'' imbuhnya. (dri)