TEMBILAHAN, RIAUSATU.COM-DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan kunjungan ke PT PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) di Pekanbaru. Wakil rakyat itu meminta agar manajemen PLN mengatasi persoalan listrik di Inhil.
Saat itu kedatangan DPRD membawa para camat se-Kabupaten Inhil. Mereka melaporkan kondisi rill kelistrikan di daerah masing-masing dan meminta agar manajemen PLN dapat segera menindaklanjuti apa yang sudah disampaikan.
''Apa lagi dengan kondisi rasio elektrifikasi pelayanan PLN yang rendah dan terendah di Riau,'' ungkap Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam, Kamis (2/6).
Lanjut Dani, memasuki bulan Ramadan ketergantungan masyarakat dengan listrik sangat tinggi hal itu jelas menjadi kebutuhan yang mendasar.
Mau tidak mau PLN harus dapat melakukan langkah kongkrit agar kondisi listrik di Inhil bisa normal.
''Miris sekali rasanya ketika dibandingkan dengan kabupaten lain yang rasio elektrifikasi listriknya sudah tinggi bila dibandingkan dengan daerah kita,'' keluhnya.
Sementara Menejer PLN Area Rengat, Kemas Abdul Gafur, menyatakan melalui PLN Rayon Tembilahan, pihaknya telah menganggarkan pembelian mesin baru 16,3 MW pada tahun 2016. Saat prosesnya, dalam tahap penyusunan dokumen.
''Itu salah satu terobosan kita dalam mengatasi persoalan listrik. Setidaknya kita tidak lagi menyewa tapi membeli sendiri mesin baru,'' tuturnya, sebagaimana dilansir riaupos.co.
Saat ditanya oleh kalangan DPRD, terkait persiapan PLN pada bulan puasa, dikatakannya saat ini beberapa upaya sudah mereka lakukan termasuk proses penyambungan sistem. (dri)