PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman akan mengupayakan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-Perubahan) Provinsi Riau Tahun 2016, bisa ketuk palu pada September mendatang.
''Kita minta TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) bisa mempersiapkan diri dari awal. Agar target maksimal September sudah bisa ketuk palu. Semua kan sesuai kesiapan bersama dan kesesuaian dengan mekanismenya,'' ungkap Plt Gubri yang kerap disapa Andi Rachman tersebut kepada GoRiau.com, Rabu (18/5/2016) sore, di Kantor Gubernur Riau.
Selanjutnya, untuk memaksimalkan realisasi APBD, Plt Gubri akan segera menyesuaikan beberapa program kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang sempat terhambat akibat adanya perubahan regulasi.
''Kalau ada regulasi yang membatasi ya harus kita lakukan penyesuaian, tidak mungkin kita tabrak aja'' tuturnya.
Sebelumnya, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Sumber Daya Air (Ciptada) Provinsi Riau, mengakui sejumlah program diinstasinya yang senilai Rp480 miliar tak bisa dijalankan karena terganjal regulasi. Hal itu menghambat beberapa program, diantaranya infrastruktur pedesaan, irigasi, air minum pedesaan dengan membuat sumur bor di desa serta pemukiman di pedesaan.
Faktor penghambatnya berada dalam ketentuan UU 23 Tahun 2014, tertanggal 23 Oktober 2014 baru diundangkan dan digunakan pada Oktober 2015. Sementara penyusunan anggarannya dilaksanakan pada Januari, Maret, April 2015. (dri)