TEMBILAHAN, RIAUSATU.COM-Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) mulai dari tingkat Pustu, Puskesmas hingga Rumah Sakit, serta dokter dan tenaga kesehatan harus terus ditingkatkan.
Hal itu disampaikan Juru Bicara (Jubir) Pansus I DPRD Inhil, M Sabit saat menyampaikan laporan terhadap LKPj Bupati Inhil tahun anggaran 2015 pada Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Rabu (11/5/2016) malam kemarin.
Dikatakan Sabit, dari hasil pembahasan Pansus I DPRD, hingga tahun lalu capaian kinerja cakupan pelayanan dasar bidang kesehatan belum memenuhi target kinerja.
Untuk itu, pelayanan kesehatan harus lebih ditingkatkan, seperti cakupan kunjungan ibu hamil dari target 95 persen dengan realisasi 73,96 persen dan cakupan Desa/Kelurahan UCI target 66 persen dengan realisasi 29,5 persen
''Kemudian, cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit target 100 persen, ternyata hanya terealisasi 28, 75 persen pada tahun 2015,'' tutur Sabit, sebagaimana dilansir liputanokec.om.
Ini diperparah lagi dengan tingginya angka kematian ibu (AKI) melahirkan dan merupakan angka kematian ibu tertinggi se-Sumatera pada tahun 2015, maka diperlukan upaya-upaya maksimal untuk menurunkan AKI melahirkan di Kabupaten Inhil.
''Capaian kinerja sarana dan prasarana kesehatan juga belum memenuhi target kinerja, karena itu Fasilitas Kesehatan di tingkat Puskesmas Pembantu, Puskesmas dan Rumah Sakit, serta Dokter dan Tenaga kesehatan perlu ditingkatkan,'' imbuhnya. (dri)