PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Sebanyak dua perusahaan Badan Usaha milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bermasalah. Diantaranya PT. Riau Airlines (RAL) dan Riau Petrolium (RP). Kedua perusahaan tersebut hingga saat ini hanya menghamburkan uang Pemerintah.
Asisten II Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, mengakui kalau perusahaan tersebut sedang mengalami masalah.
''Dari tujuh Perusahaan Milik Pemprov, PT RAL dan RP sedang bermasalah. Khusus untuk RAL, langkah Pemprov Riau saat ini akan mengumpulkan seluruh investor yang terkait pada RAL, dan akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),'' ujar Masperi kepada wartawan, Kamis (21/4) di Temui sela - sela Hari Konsumen Indonesia, halaman Kantor Gubernur.
Sedangkan untuk RP, lanjut Masperi, sedang melakukan kerjasama dengan SKK Migas untuk pengelolaan Blok Migas yang terletak di Siak. Bagaimanapun juga, blok siak tersebut harus dikelola oleh BUMD. Untuk itu, PT RP siap melakukan dan mengelola blok tersebut.
Saat disinggung berapa hutang RAL sampe sekarang, Masperi belum bisa mengatakan berapa hutang RAL hingga saat ini. Kita akan kembali mengaudit berapa jumlah yang harus dibayarkan oleh pihak angkasa pura II bandara Soekarno Hatta terkait parkirnya tiga bangkai pesawat foker 100 tersebut.
Wartawan juga menanyakan, Apakah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa masuk untuk mengaudit perusahaan plat merah tersebut, Masperi menegaskan KPK belum bisa masuk disana. Karena disini RAL merugi, bukan merugikan negara.
Saat ditanya tentang tiga unit pembelian foker 100, Masperi mengelak menjawab pertanyaan tersebut. (Exa)