PEKANBARU, RIAUSATU.COM-Asisten II Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Riau, Masperi mengingatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang tak capai target realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau 2016 triwulan pertama, agar lekas mengejar ketertinggalan.
''Masih ada SKPD yang realisasi fisiknya belum mencapai 1 persen dari yang ditargetkan,'' ungkap Masperi kepada GoRiau.com, Kamis (7/4/2016) di Pekanbaru.
Masperi menjelaskan, pada triwulan I harusnya SKPD sudah menyerap anggaran minimal 5 persen. Capai atau tidaknya target itupun menjadi indikator evaluasi yang akan disampaikan ke Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman.
''Mana yang realisasinya rendah, akan kami input datanya dan sampaikan ke pak Plt Gubri sebagai bahan evaluasi,'' jelasnya.
Ketika ditanya SKPD mana yang tak capai target, Masperi masih merahasiakannya. Ia hanya mengulas bahwa SKPD modal besar lah yang memerlukan waktu lebih lama untuk menyerap anggaran dari SKPD lainnya.
''Rata-rata yang serapan rendah itu SKPD yang modal besar, karena tidak bisa menyerap dana besar asal gitu aja. Contohnya, realisasi anggaran Rp1,5 triliun dibandingkan dengan Rp36 miliar tentu berbeda. Tidak bisa kita samakan,'' imbuh Masperi yang tak serta merta menyalahkan atas keterlambatan tersebut.
Menurutnya, meskipun SKPD modal besar belum capai target, tetapi realisasi mereka telah menarik sejumlah SKPD terkaitnya. ''Meski belum capai target, tapi SKPD modal besar sekali jalan bisa menarik sepuluh SKPD,'' tutupnya.
Untuk diketahui, hingga penutupan bulan Maret 2016, realisasi fisik triwulan I APBD Riau 2016 baru mencapai 5,47 persen. Sedangkan, realisasi keuangan baru merangkak pada angka 4,48 persen. Capaian tersebut devisiasi dari 15 persen yang ditargetkan. (dri)