nasional

Soal Desa Bebas Api RGE Group, Plt Gubri: Ini Patut Dicontoh

Redaktur
Kamis, 30 Juli 2015 | 19:46 WIB

SALO, RIAUSATU.COM-Kondisi iklim di wilayah Indonesia terutama di bagian selatan khatulistiwa dipengaruhi El Nino Moderate, bahkan berpeluang akan menguat sebagaimana prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Kondisi ini membuat musim kemarau diprediksi mundur atau berkepanjangan sehingga akan mengakibatkan kondisi iklim Indonesia semakin kering dan mudah terjadi kebakaran hutan dan lahan termasuk di Propinsi Riau. Plt Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman mengatakan bencana kebakaran hutan dan lahan ini sudah menjadi isu internasional atau Transboundary Haze Pollution (Polusi Asap Lintas Batas).

Untuk itu, pihaknya sudah menyusun rencana aksi sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 tahun 2015 tentang pencegahan dan penanggulangan karhutla di Propinsi Riau.

''Bencana kabut asap sudah mendapat reaksi dari Negara-negara tetangga. Pemprov telah menyiapkan rencana aksi berkaitan penanggulangan kebakaran ini dan menghimbau perusahaan dan masyarakat agar menjaga kawasannya dengan tidak membakar lahan,'' kata Plt Gubri Andi Rachman dalam diskusi panel, KKN Kebangsaan 2015 di Markas Batalyon132/ Bima Sakti, Salo, Bangkinang, Rabu (29/7/15), sebagaimana dilansir riauterkini.com.

Ditambahkan Plt Gubri, untuk penanganan karhutla, Pemprov Riau telah mengerahkan regu pemadam api baik dari darat maupun udara dengan melakukan water bombing, modifikasi cuaca, pemberdayaan masyarakat peduli api dan membuka posko kebakaran hutan dan lahan di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

Namun demikian, pihaknya menghimbau agar dapat mengantisipasi bencana kebakaran ini melalui penguatan dalam upaya pencegahan sehingga tidak ada lagi aktifitas membuka lahan dengan cara membakar.

''Agar bencana ini tidak terus berulang, lebih baik kita investasi dalam mencegah karhutla ini dari pada investasi dalam penanggulangan, karena dana yang dibutuhkan untuk melaksanakan waterbombing, modifikasi cuaca, pemadaman darat itu sangatlah besar,'' ungkapnya.

Salah satu program yang baru saja kami lakukan kemarin (Selasa-28-7-red), bekerjasama dengan Pemkab Pelalawan dan RGE Group (induk perusahaan PT. Riau Andalan Pulp and Paper.red) yaitu memberikan reward atau bonus kepada desa yang mampu mencegah terjadinya kebakaran di wilayahnya.

''Ini patut dicontoh oleh perusahaan lain karena sangat membantu upaya mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan,'' tambah Plt Gubri.

Program yang diinisiasi oleh grup Raja Garuda Emas (RGE) induk dari PT.Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang berbasis di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan ini melibatkan sebanyak 9 Desa/ Kelurahan untuk ikut dalam program Desa Bebas Api atau Fire Free Village. Plt. Gubri juga mengajak perusahaan lainnya agar dapat terlibat aktif dalam upaya mencegah terjadinya bencana kebakaran atau kabut asap di Riau.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama RAPP Rudi Fajar menyampaikan, tujuan pemberian reward kepada desa bebas api ini adalah untuk menumbuhkan semangat masyarakat di dalam melakukan pencegahan terhadap Karhutla dan menanggulangi Karhutla.

''Itu terbukti di lapangan jumlah kebakaran hutan dan lahan berkurang drastis. Contohnya di Desa Sering Kabupaten Pelalawan, tahun lalu ada 300 hektar lahan yang terbakar, namun sekarang tidak ada,'' ujarnya.

Program pemberian reward kepada desa bebas api ini sejalan dengan rencana aksi Pemprov Riau dalam menanggulangi Karlahut. RGE Group memberikan insentif kepada masyarakat atau desa yang tidak membakar lahan. Insentif ini berupa reward atau bonus kepada desa yang mampu mencegah terjadinya kebakaran di wilayahnya hingga bulan Oktober 2015 nanti.

Bonus yang diberikan berupa program senilai Rp.100 juta yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan desa. Program ini didukung oleh Pemprov dan akan dikembangkan lagi ke desa-desa yang rawan kebakaran di Riau.

Adapun 9 desa dan kelurahan dalam program Desa Bebas Api oleh RAPP tersebut adalah Desa Sering, Desa Petodaan, Desa Kuala Panduk, Desa Kuala Tolam, Desa Teluk Binjai, Kelurahan Teluk Meranti, Desa Pulau Muda dan Desa Segamai.

Menurut Rudi, pihaknya akan melakukan aksi ini lebih banyak lagi termasuk di Kabupaten Kampar yang akan dimulai tahun depan.

Sementara SHR Manager PT RAPP wilayah Kampar Edy Yusuf menambahkan, PT RAPP saat ini memiliki personil 250 orang tim inti penanggulangan Karhutla ditambah lagi 600 orang personil tambahan yang selalu siap melakukan penanggulangan Karhutla di berbagai estate di Riau. Masing-masing estate juga telah memiliki minimal satu unit mobil pemadam kebakaran. Kemudian RAPP juga telah membentuk masyarakat peduli api di berbagai kecamatan.

''Tujuan kita bukan hanya di area konsesi tapi juga di luar konsesi. Kalau tak dipakai kita siap membantu. Tahun ini di luar area konsesi mencapai 1000 hektar yang sudah kita padamkan, lebih banyak dari area konsesi kita,'' pungkasnya. (dri)


Tags

Terkini

Monumen SMSI Menjadi Salah Satu DTW di Cilegon

Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:51 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik

Jumat, 29 Mei 2026 | 21:15 WIB