nasional

Habis Covid-19, Terbitlah Oz: Seberapa Berbahaya bagi Manusia?

Selasa, 27 Juni 2023 | 10:48 WIB
Ilustrasi virus Oz. (f: kompas.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Seorang wanita berusia sekitar 70 tahun di Jepang menjadi korban pertama virus Oz. Ia meninggal dunia setelah dirawat 26 hari di rumah sakit. Virus tersebut kemudian menjadi bahan perbincangan publik.

Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia, virus yang dapat menyebabkan manusia menderita radang otak hingga meninggal dunia itu kasusnya belum ditemukan di Tanah Air.

“Di Indonesia belum ditemukan (kasus akibat Virus Oz),” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara, Selasa, 27 Juni 2023.

Apa Itu Virus Oz?
Virus Oz merupakan anggota baru dari genus Thogotovirus. Virus tersebut pertama kali diisolasi dari kumpulan 3 nimfa kutu Amblyomma Testudinarium, yang dikumpulkan di Prefektur Ehime, Jepang pada 2018, lalu.

Virus tersebut bersifat zoonosis, yakni dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Hewan yang dimaksudkan itu merupakan kelompok satwa liar, seperti tikus, rusa, dan monyet.

Ketika Thogotovirus terkena tubuh manusia, maka akan menimbulkan sejumlah kondisi, di antaranya demam, pneumonia, radang otak, dan kematian. Namun, cara penularan virus Oz ke manusia masih belum diketahui pasti. Satu hal yang menjadi kemungkinannya adalah dari gigitan kutu pembawa virus.

“Diagnosis dilakukan sebagai diagnosis banding pada gejala demam yang tidak diketahui penyebabnya dan ada riwayat terjadi setelah digigit kutu. Penegakan diagnosis dengan pemeriksaan laboratorium virologi melalui pemeriksaan ELISA,” ujarnya.

Berdasarkan data dari NIID Tokyo¸ antibodi terhadap virus Oz ditemukan pada rusa, babi hutan, dan monyet liar yang berhabitat di Prefektur Chiba, Tokyo, Gifu, Mie, Wakayama, Yamaguchi, dan Oita.

Selain itu dua pemburu di Yamaguchi juga dilaporkan positif antibodi. Secara demografis, Thogotovirus juga sudah menyebar di banyak wilayah di dunia,” ucap Maxi.

Sebagai informasi, hingga saat ini, belum ada vaksin untuk virus tersebut.

Guna mengantisipasi sekaligus meminimalisir meluasnya penyebaran virus Oz, Maxi meminta peternak melakukan sanitasi yang baik di peternakan. Kemudian, menggunakan pakaian berlengan dan celana panjang saat bekerja di area berumput. Tak hanya itu, losion anti serangga juga disarankan untuk dipakai.***

Tags

Terkini

Monumen SMSI Menjadi Salah Satu DTW di Cilegon

Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:51 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik

Jumat, 29 Mei 2026 | 21:15 WIB