nasional

Jokowi Sebut Sudah Tak Wajib Pakai Masker di Luar Ruangan, Bagaimana di Dalam Ruangan?

Jumat, 24 Februari 2023 | 12:05 WIB
Ilustrasi memakai masker. (f: int)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan masyarakat Indonesia sudah tidak diwajibkan menggunakan masker saat berada di luar ruangan. Kebijakan tersebut berlaku menyusul dicabutnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pernyataan itu disampaikan oleh Jokowi ketika memberikan pengarahan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Di luar ruangan itu sudah tidak wajib pakai masker,” katanya, Kamis, 23 Februari 2023, dilansir Pikiran-Rakyat.com.

Orang nomor satu di Indonesia itu juga membahas soal penggunaan masker di dalam ruangan. Ia pun tidak melarang jika nantinya masyarakat tetap ingin menggunakan masker saat berada di dalam ruangan.

“Tetapi di dalam ruangan kalau ada yang pakai masker juga diperbolehkan, demi kesehatan," ujarnya menambahkan.

Sebagai informasi, sebelumnya, penggunaan masker memang digencarkan ketika pandemi Covid-19 melanda Tanah Air. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran virus Corona melalui cairan droplet yang keluar dari mulut, dan hidung.

Kini, angka kasus Covid-19 di Indonesia dinilai telah terkendali. Penggunaan masker pun sudah bukan menjadi sebuah kewajiban di kalangan masyarakat.

"Saya ingin mengingatkan kembali bahwa PPKM telah dicabut di akhir 2022 yang lalu. Jadi, kalau tadi Pak Gubernur Kaltim menyampaikan yang pakai masker itu dianggap agak sakit, nggak salah, Pak Gub, nggak salah, karena PPKM memang sudah dicabut," ucapnya.

Menteri Kesehatan bakal bertemu WHO
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin rencananya akan menemui pimpinan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Mei 2023. Pertemuan tersebut dilakukan guna mendiskusikan soal rencana perubahan status pandemi menjadi endemi Covid-19 di Indonesia.

"Saya ingin ketemu dengan kepala WHO sendiri nanti rencananya di bulan Mei, untuk bicara, kalau kita melakukan, apakah itu tepat atau 'proper' atau caranya yang pas, 'timing' nya yang pas seperti apa," tuturnya.

Menkes mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan diskusi dengan pejabat setingkat eselon satu di WHO terkait rencana status endemi Covid-19 di Tanah Air. Budi menjelaskan jika WHO memberikan keputusan terkait hal tersebut kepada masing-masing negara.

Meski demikian, WHO tetap meminta untuk menyelaraskan hal itu dengan negara-negara lain yang juga memiliki rencana untuk mengubah status menjadi endemi. Diketahui, Jepang, dan Amerika Serikat merupakan dua negara yang berencana mendeklarasikan status endemi Covid-19.

"Karena ini kan pandemi dunia, akan lebih baik kalau kita koordinasi bersama antara negara-negara dunia." ujarnya.***

Tags

Terkini

Monumen SMSI Menjadi Salah Satu DTW di Cilegon

Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:51 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik

Jumat, 29 Mei 2026 | 21:15 WIB