nasional

Sudaryono yang Dilantik Jadi Kepala BGN Klaim Tidak Punya Dapur SPPG

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:23 WIB
Kepala BGN Sudaryono yang baru usai dilantik oleh Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta. (f: Tangkapan layar YouTube/Sekretariat Presiden)

 

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru untuk menggantikan Nanik S Deyang.

Sudaryono maju menggantikan Nanik S Deyang usai mengumumkan mengundurkan diri untuk fokus pada pengobatan jantung di luar negeri pada Rabu, 22 Juli 2026.

Usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta di hari yang sama, yakni Rabu, 22 Juli 2026, Sudaryono sedikit berbincang dengan awak media dan mengucapkan janji untuk pembenahan BGN yang kini dipimpinnya.

“Ini amanah besar bagi saya karena memang program makan makan bergizi gratis ini adalah program besar, grande, dan satu di antara program prioritas bapak Prabowo Subianto dan Pak Gibran Rakabuming Raka,” ucap Sudaryono kepada awak media usai pelantikannya.

Sudaryono Tegaskan Tak Punya Dapur SPPG dan Lakukan Pembenahan

Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono juga menegaskan bahwa dirinya tak memiliki dapur makan bergizi gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Enggak ada, enggak ada. Saya tidak punya SPPG, saya tidak punya dapur, saya tidak, tidak ada keluarga saya yang punya dapur dan punya SPPG,” kata Sudaryono.

Tak hanya itu, Sudaryono juga memastikan bahwa akan membenahi tata kelola BGN agar tidak ada lagi praktik melanggar yang merugikan negara.

“Saya sebagai kepala akan bekerja keras untuk memperbaiki yang memang harus kita perbaiki. Yang tidak transparan harus kita buat transparan,” imbuhnya.

Sehingga menurutnya, perlu sistem pencatatan digital agar setiap aktivitas di BGN bisa terekam dengan baik.

“Bagaimana caranya yang manual bisa secara digital, ada recordnya, dan yang sembunyi-sembunyi tidak boleh lagi terjadi. Semuanya harus terang-benderang,” jelasnya lagi.

Tak Hanya Gizi, Sudaryono Ingatkan Penyerapan Hasil Petani untuk MBG

Sudaryono juga mengingatkan bahwa program MBG berjalan dengan anggaran besar dari pajak rakyat, sehingga manfaatnya harus dirasakan kembali oleh rakyat.

“Dana APBN yang besar itu kemudian beredar di desa-desa. Dan saya karena background saya adalah Wakil Menteri Pertanian dan selama dua tahun ini kemudian berada di Kementerian Pertanian kami melihat langsung bagaimana efeknya,” paparnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Mau Melepas Status WNI? Segini Tarifnya

Minggu, 19 Juli 2026 | 10:38 WIB

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB