nasional

Petani Tak Butuh Janji, STN Tawarkan Solusi untuk Benahi Pertanian dari Hulu ke Hilir

Selasa, 23 Juni 2026 | 09:58 WIB
Usai diskusi seputar permasalahan hilirisasi pertanian di Indonesia, Senin, 22 Juni 2026, rombongan PP STN foto bersama pimpinan Dirjen Tanaman Pangan Kementan RI dan staf. (f: istimewa)

JAKARTA, RIAUSATU.COM – Serikat Tani Nelayan (STN) menilai persoalan yang dihadapi petani saat ini tidak cukup diselesaikan dengan janji atau program jangka pendek.

Dibutuhkan solusi yang mampu menjawab persoalan secara menyeluruh, mulai dari akses lahan, teknologi, permodalan, hingga pemasaran hasil panen.

Karena itu, STN menawarkan konsep pembangunan pertanian yang mengintegrasikan seluruh rantai produksi pangan dari hulu hingga hilir.

Gagasan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Pimpinan Pusat STN dan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Jakarta, pada Senin, 22 Juni 2026.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai berbagai tantangan pembangunan pertanian nasional, termasuk hilirisasi sektor pertanian dan penguatan program Brigade Pangan.

Delegasi STN dipimpin Ketua Umum PP STN Ahmad Rifa'i, S.H., didampingi Deputi Bidang Politik Samsudin Saman dan Deputi Bidang Tani Rinaldi, S.Sos., S.H.

Mereka diterima Direktur Aneka Kacang dan Umbi Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Dyah Susilokarti, M.P., bersama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

Ketua Umum PP STN Ahmad Rifa'i mengatakan, diskusi yang berlangsung sekitar satu setengah jam itu awalnya membahas kondisi produksi pertanian nasional dan berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan.

Namun pembahasan kemudian berkembang pada sejumlah program strategis pemerintah, termasuk Brigade Pangan yang saat ini menjadi salah satu instrumen regenerasi petani dan modernisasi sektor pertanian.

Menurut Ahmad, pengalaman STN dalam mendampingi masyarakat tani di berbagai daerah menunjukkan bahwa persoalan pertanian tidak bisa diselesaikan secara parsial.

Program pemerintah, kata dia, harus mampu menghubungkan kebutuhan petani dengan dukungan teknologi, pembiayaan, dan kepastian pasar.

“Kami menyampaikan berbagai pengalaman lapangan yang kami temukan selama mendampingi petani. Dari sana terlihat bahwa tantangan pertanian saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh agar kebijakan benar-benar berdampak bagi petani,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Deputi Bidang Tani PP STN Rinaldi mendapat kesempatan memaparkan pandangan organisasi mengenai arah pembangunan pertanian nasional.

Ia menilai program Brigade Pangan merupakan salah satu langkah yang patut diapresiasi karena berupaya menarik keterlibatan generasi muda ke sektor pertanian.

Menurut Rinaldi, selama ini petani masih menghadapi tiga persoalan utama, yakni keterbatasan akses lahan, minimnya pemanfaatan teknologi pertanian modern yang terjangkau, serta belum berkembangnya sistem pertanian kolektif yang kuat di tingkat masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini

Tenang! Menkes Pastikan Harga Obat BPJS Tak Naik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:08 WIB