nasional

Survei Indikator: TNI Lembaga Paling Dipercaya Publik, DPR Terendah

Senin, 9 Februari 2026 | 17:11 WIB
Ilustrasi prajurit TNI. (f: kompas.com)

 

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Tentara Nasional Indonesia (TNI) menempati posisi teratas sebagai lembaga negara yang paling dipercaya publik. Sebaliknya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menjadi lembaga dengan tingkat kepercayaan terendah.

Temuan tersebut merupakan hasil survei Indikator Politik Indonesia yang dipaparkan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi pers daring, Minggu (8/2/2026). 

“Kalau dari data ini, yang paling tinggi tingkat kepercayaan-nya itu adalah TNI ya. Jadi ada total 93 persen yang sangat percaya atau cukup percaya terhadap TNI,” ujar Burhanuddin, dilansir kompas.com

Berdasarkan data yang dipaparkan, tingkat kepercayaan publik terhadap TNI mencapai 93 persen.  Rinciannya, 15 persen responden menyatakan sangat percaya dan 78 persen cukup percaya. 

Sementara itu, 5 persen responden menyatakan kurang percaya, 1 persen tidak percaya sama sekali, dan 1 persen tidak tahu atau tidak menjawab. 

Meski masih berada di atas 90 persen, Burhanuddin mencatat adanya sedikit penurunan tingkat kepercayaan publik terhadap TNI dibandingkan survei sebelumnya.

“Sebenarnya agak sedikit turunnya kepercayaan terhadap TNI ini, meskipun masih di atas 90 persen. Kita pernah survei terhadap TNI di atas 95 persen,” kata dia. 

Menurut Burhanuddin, penurunan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi seiring semakin luasnya peran TNI di luar urusan pertahanan. 

“Mungkin perlu dievaluasi ya berkaitan dengan indikasi TNI yang perannya makin luas ya, bukan hanya di luar masalah pertahanan. Sudah ada indikasi TNI masuk ke MBG, masuk ke Koperasi Merah Putih, dan seterusnya,” ujar Burhanuddin. 

Dia menambahkan, keterlibatan TNI dalam urusan non-pertahanan berpotensi meningkatkan interaksi dengan masyarakat sekaligus risiko gesekan. 

“Semakin TNI ikut terlibat urusan non-pertahanan, kemungkinan berinteraksi dengan masyarakat semakin besar dan kemungkinan munculnya gesekan juga semakin meningkat,” ucap dia. 

Dalam survei yang sama, lembaga presiden menempati peringkat kedua tingkat kepercayaan publik dengan total 91 persen. Rinciannya, 15 persen responden menyatakan sangat percaya dan 76 persen cukup percaya.

Burhanuddin menjelaskan, tingkat kepercayaan terhadap presiden sebagai lembaga umumnya lebih tinggi dibandingkan penilaian kinerja. “Kepercayaan terhadap presiden sebagai lembaga seringkali lebih tinggi ketimbang evaluasi kinerja atau performanya,” kata Burhanuddin. 

Peringkat ketiga ditempati Kejaksaan Agung dengan tingkat kepercayaan sebesar 80 persen. Terdiri dari 6 persen sangat percaya dan 74 persen cukup percaya.

Halaman:

Tags

Terkini

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB