“Kami ingin peserta merasakan langsung ruh perjuangan dan peradaban Banten. Dari sini, pers nasional diharapkan membawa narasi positif, edukatif, dan mencerahkan ke ruang publik,” jelasnya.
Di akhir kegiatan, perwakilan Kesultanan memaparkan sejarah panjang perjuangan Banten yang dikenal tidak pernah tunduk pada penjajahan. Nilai keteguhan itulah yang diharapkan menjadi inspirasi bagi insan pers dalam menjaga marwah profesi.
Rangkaian HPN 2026 selanjutnya akan berlanjut dengan sejumlah agenda edukatif dan kebudayaan di berbagai daerah, termasuk kunjungan ke Museum Multatuli sebagai bagian dari penguatan literasi sejarah dan pers.
Melalui pembukaan bernuansa historis ini, SMSI berharap peringatan HPN 2026 tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum memperkuat profesionalisme, independensi, dan tanggung jawab pers siber bagi kemajuan demokrasi Indonesia.***