nasional

Puluhan Wartawan dan Sastrawan Ikuti Kemah Budaya Jelang HPN 2026, Mayoritas Perempuan

Senin, 19 Januari 2026 | 13:37 WIB
Kegiatan Kemah Budaya di Desa Kanekes Lebak Banten, tepatnya masyarakat adat Baduy, 16-17 Januari 2026. (f: Ist)

BANTEN, RIAUSATU.COM - Menjelang puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026 di Provinsi Banten 9 Februari mendatang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar berbagai kegiatan.

Salah satunya adalah Kemah Budaya. Kegiatan ini dilaksanakan 16-17 Januari 2026 di Desa Kanekes Lebak Banten, tepatnya masyarakat adat Baduy.

Puluhan wartawan dan sastrawan dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti kegiatan yang mengusung tema Belajar Mencintai dari Baduy ini.

Ada yang dari Provinsi Kalimantan Timur, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, dan Jakarta.

Dari 50 peserta, 80 persennya merupakan perempuan, sesuai dengan proses penerimaan peserta yang memang diprioritaskan untuk wartawati dan sastrawati.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir didampingi Sekretaris Jendral (Sekjen) Zulmansyah Sekedang, melepas keberangkatan peserta, Kamis sore (15/1) di Kantor PWI Pusat Jalan Kebon Sirih.

Pada kesempatan itu, pria yang akrab disapa Cak Munir ini menitipkan pesan kepada seluruh peserta agar menghormati seluruh kearifan lokal di Baduy, mencatat apa yang dilihat dan dirasakan melalui karya junalistik dan karya sastra dengan mengutamakan kejujuran dan pelestarian.

‘’Kegiatan Kemah Baduy di Banten ini menjadi momen penting sebagai bentuk kontribusi PWI bersama wartawati dan sastrawati yang menjadi peserta untuk Indonesia, khususnya Provinsi Banten yang menjadi tuan rumah perayaan HPN tahun ini. Semoga seluruh peserta bisa memberikan catatan terbaiknya dengan mengutamakan kejujuran, pelestarian dan menghargai seluruh kearifan lokal yang ada di Baduy dalam karya-karyanya,’’ harap Cak Munir.

Disambut Pejabat Pemkab Lebak

Keesokan harinya, Jumat (16/1/2026), peserta berangkat menuju Rangkasbitung sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Lebak.

Di sini, rombongan peserta disambut segenap pejabat Pemkab Lebak di Aula Museum Multatuli. Ada Asisten Daerah (Asda) III, Dr. yan Fitriyana, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lebak, Anik Sakinah, serta jajaran Pemkab Lebak lainnya.

Penyambutan ditandai dengan penyerahan souvenir berupa syal dan ikat kepala Baduy yang langsung dipakai saat acara tersebut.

Asisten III Pemkab Lebak Dr Iyan Fitriyana dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada peserta serta seluruh pengurus PWI baik pusat maupun PWI Provinsi Banten yang hadir.

Ia berharap kehadiran PWI dan peserta dengan karya-karya yang akan lahir dari perjalanan Kemah Budaya tersebut memberi dampak positif khususnya bagi masyarakat Baduy dan khususnya bagi Kabupaten Lebak.

‘’Baduy menjadi kesitimewaan bagi Kabupetan Lebak, tentu juga bagi Banten. Baduy mengajarkan nilai kehidupan yang sederhana, jujur, dan selaras dengan alam. Tema Belajar Mencintai dari Baduy ini menjadi pengingat penting bagi insan pers agar tetap menjaga nurani, etika, dan tanggung jawab sosial,’’ katanya.

Halaman:

Tags

Terkini

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB