nasional

Mengenal Super Flu H3N2, yang Lebih Mudah Menempel dan Sulit Dilawan Tubuh

Minggu, 18 Januari 2026 | 12:34 WIB
Ilustrasi. (f: kompas.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Istilah “super flu” belakangan digunakan untuk menggambarkan infeksi influenza yang menyebar cepat dan menimbulkan gejala lebih berat pada sebagian pasien.

Dokter spesialis paru RS UNS, dr. Brigitta Devi Anindita Hapsari, Sp.P(K), menjelaskan bahwa sebutan super flu bukan istilah medis resmi, melainkan label populer untuk varian influenza A H3N2.

Dalam wawancara dengan Kompas.com pada Kamis (15/1/2026), Brigitta menegaskan bahwa karakteristik biologis virus ini membuatnya lebih mudah menginfeksi dan lebih sulit dilawan tubuh.

Perbedaan inilah yang membuat super flu tidak bisa disamakan dengan influenza musiman biasa.

Bukan virus baru, tetapi lebih “lengket” di saluran napas Super flu bukan virus baru, tetapi varian influenza yang memiliki kemampuan menempel lebih kuat pada saluran pernapasan.

Brigitta menjelaskan, virus H3N2 memiliki afinitas reseptor yang lebih kuat, sehingga memungkinkan virus menempel lebih efektif di saluran napas manusia.

Kondisi ini membuat virus lebih mudah masuk ke dalam sel dan berkembang biak di tubuh pasien. Akibatnya, infeksi dapat terjadi lebih cepat dan meluas, terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang tidak optimal.

Selain kemampuan menempel yang kuat, super flu juga memiliki viral load yang tinggi. Viral load menggambarkan jumlah virus yang ada di dalam tubuh saat infeksi terjadi.

Brigitta menyebutkan bahwa viral load yang tinggi membuat tubuh harus bekerja lebih keras untuk melawan infeksi.

Situasi ini menjelaskan mengapa gejala super flu dapat muncul lebih cepat dan terasa lebih berat dibandingkan flu biasa.

Super flu juga memiliki kemampuan untuk “bersembunyi” dari antibodi yang terbentuk akibat infeksi influenza sebelumnya.

Brigitta menjelaskan bahwa virus ini dapat menghindari antibodi dari virus flu lain, sehingga tubuh tidak sepenuhnya siap saat terpapar.

Kondisi ini membuat seseorang tetap bisa mengalami infeksi meski pernah terkena flu sebelumnya. Respons imun yang seharusnya bekerja cepat menjadi kurang efektif pada fase awal infeksi.

Kenapa pasien komorbid lebih rentan? Karakteristik virus super flu menjadi lebih berbahaya ketika menyerang pasien dengan penyakit penyerta.

Brigitta menjelaskan bahwa pasien komorbid umumnya mengalami penurunan sistem imunitas tubuh. Penurunan daya tahan ini membuat virus lebih mudah menginfeksi dan memunculkan gejala yang lebih berat.

Halaman:

Tags

Terkini

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB