JAKARTA, RIAUSATU.COM - Istilah “super flu” kembali ramai dibicarakan publik seiring meningkatnya kasus influenza musiman di berbagai negara.
Para dokter menegaskan bahwa virus ini bukanlah patogen baru dan tidak perlu disikapi dengan kepanikan.
Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) menjelaskan bahwa “super influenza” bukan istilah medis resmi, melainkan sebutan populer yang digunakan media internasional untuk menggambarkan flu yang menyebar lebih cepat dari biasanya.
Dalam siaran pers PAMKI yang diterima Kompas.com pada Selasa (13/1/2026), disebutkan bahwa virus tersebut merupakan varian influenza A (H3N2) subclade K yang masih termasuk influenza musiman.
"Virus ini bukan virus baru, melainkan varian influenza musiman yang mengalami mutasi genetik sehingga lebih mudah menular,” tulis PAMKI.
PAMKI menegaskan bahwa virus influenza memang terus berevolusi, sehingga kemunculan varian baru merupakan hal yang lazim dan telah lama diantisipasi oleh sistem surveilans kesehatan.
Penyebutan “super” muncul karena daya tular varian ini relatif tinggi, sehingga jumlah kasus dapat meningkat cepat dalam waktu singkat, terutama di kelompok rentan.
Hingga kini, tidak ada bukti ilmiah bahwa varian ini menyebabkan penyakit yang lebih ganas dibandingkan influenza musiman pada umumnya.
Gejala yang muncul tetap serupa, seperti: Demam
Batuk
Pilek
Sakit tenggorokan
Nyeri otot
Rasa lemas dan kelelahan
Secara global, musim flu di Amerika Serikat, Eropa, dan Australia tercatat datang lebih awal dan lebih intens dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah menemukan sejumlah kasus influenza varian ini di beberapa provinsi, namun pemerintah memastikan situasi masih terkendali dengan penguatan surveilans epidemiologi melalui rumah sakit dan puskesmas sentinel.
PAMKI juga mencatat satu laporan kematian yang dikaitkan dengan varian ini, dengan catatan pasien memiliki penyakit penyerta yang memperberat kondisi klinisnya.
PAMKI mengingatkan bahwa influenza sering dianggap ringan, padahal pada kondisi tertentu dapat menimbulkan komplikasi serius.
Komplikasi tersebut meliputi pneumonia, perburukan penyakit kronis seperti jantung dan diabetes, dehidrasi berat, hingga kematian, terutama pada kelompok berisiko tinggi.
Vaksin influenza tetap dinilai sebagai perlindungan terbaik untuk mencegah penyakit berat dan kematian, meskipun virus influenza terus mengalami perubahan.