nasional

Ini Penjelasan BMKG Soal Musim Hujan 2025 Sampai Bulan Apa?

Jumat, 3 Oktober 2025 | 16:51 WIB
Ilustrasi. (f: kompas.com)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Beberapa wilayah Indonesia tercatat telah memasuki musim hujan sejak Agustus 2025.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, wilayah di Indonesia tidak mengalami awal musim hujan secara serentak.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, pihaknya menggunakan akumulasi curah hujan 10 harian (dasarian) sebagai dasar dalam mengidentifikasi musim. Awal musim hujan ditetapkan apabila curah hujan dalam satu dasarian ni

Setidaknya 50 mm/dasarian dan kondisi tersebut berlangsung secara konsisten selama sedikitnya tiga dasarian berturut-turut.

Ambang batas 50 mm dalam 10 hari didasarkan pada rata-rata laju penguapan di wilayah Indonesia sekitar 5 mm/hari.

Dengan demikian, total penguapan dalam periode 10 hari diperkirakan mencapai 50 mm. Sehingga jika curah hujan melebihi 50 mm/dasarian, maka jumlah air hujan yang masuk ke permukaan tanah sama dengan atau melampaui jumlah air yang hilang akibat penguapan.

"Kondisi ini secara fisik menunjukkan bahwa ketersediaan air di atmosfer maupun di permukaan mulai surplus, sehingga mendukung terbentuknya pola basah yang berkelanjutan dan menandai dimulainya musim hujan,” kata Ardhasena kepada Kompas.com, Jumat (3/10/2025).

Sementara persyaratan tiga dasarian berturut-turut diperlukan untuk memastikan bahwa curah hujan yang tinggi bukanlah kejadian anomali sesaat, melainkan bagian dari perubahan iklim musiman yang stabil.

Ardhasena menyampaikan, wilayah Indonesia dibagi menjadi ratusan zona musim (ZOM) dalam penentuan awal musim hujan.

Berikut jadwal musim hujan di Indonesia tahun 2025: Agustus 2025:
Sumatera bagian utara dan tengah Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Sebagian besar Kalimantan
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Papua Barat Daya.

September 2025:
Sebagian besar Sumatera Utara Sebagian Riau
Sumatera Barat bagian utara
Jambi bagian barat
Bengkulu bagian utara
Bangka Belitung bagian selatan Sumatera Selatan
Sebagian kecil Jawa
Kalimantan Selatan
Sebagian Papua
Sebagian Papua Selatan.
Sebagian Lampung
Sebagian besar Jawa Bali
Sebagian Nusa Tenggara Barat
Sulawesi bagian selatan
Papua bagian timur
Papua Pegunungan.

November 2025:
Nusa Tenggara Barat dan Timur
Sulawesi bagian tengah dan tenggara Sebagian Maluku
Sebagian Papua Barat Papua bagian utara.

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menyampaikan bahwa akhir musim hujan di Indonesia juga tidak terjadi secara serentak.

"Musim hujan di Indonesia tidak berakhir serentak, karena dipengaruhi oleh letak geografis, pola angin, dan dinamika atmosfer regional,” terangnya kepada Kompas.com, Jumat (3/10/025). “Tiap ZOM memiliki jadwal akhir musim hujan yang berbeda,” sambungnya.

Puncak musim hujan di wilayah Indonesia pun berbeda-beda atau tidak dialami secara serentak. Wilayah Sumatera dan Kalimantan akan mengalami puncak musim hujan pada November–Desember 2025.
Kemudian Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua pada Januari–Februari 2026.

Halaman:

Tags

Terkini

Monumen SMSI Menjadi Salah Satu DTW di Cilegon

Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:51 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik

Jumat, 29 Mei 2026 | 21:15 WIB