JAKARTA, RIAUSATU.COM — Praktik rangkap jabatan para wakil menteri (wamen) yang juga duduk sebagai komisaris utama (komut) dan komisaris di sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) kembali menjadi sorotan publik.
Fenomena ini dianggap berpotensi memunculkan konflik kepentingan, meski hingga kini belum ada aturan yang secara tegas melarangnya.
Berikut daftar 30 wakil menteri yang merangkap jabatan sebagai komisaris utama dan komisaris di BUMN beserta waktu pengangkatannya:
-
Donny Ermawan Taufanto – Wamen Pertahanan, Komisaris Utama PT Dahana (2020)
-
Diana Kusumastuti – Wamen Pekerjaan Umum, Komisaris Utama PT Brantas Abipraya (Januari 2023)
-
Dante Saksono Harbuwono – Wamen Kesehatan, Komisaris PT Pertamina Bina Medika (24 Juni 2023)
-
Aminuddin Ma’ruf – Wamen BUMN, Komisaris PT PLN (15 November 2024)
-
Suntana – Wamen Perhubungan, Komisaris Utama PT Pelabuhan Indonesia (27 Januari 2025)
-
Fahri Hamzah – Wamen Perumahan dan Kawasan Permukiman, Komisaris PT Bank Tabungan Negara (6 Maret 2025)
-
Kartika Wirjoatmodjo – Wamen BUMN, Komisaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia (26 Maret 2025)
-
Helvy Yuni Moraza – Wamen Koperasi dan UMKM, Komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (26 Maret 2025)
-
Yuliot Tanjung – Wamen ESDM, Komisaris PT Bank Mandiri (30 Maret 2025)
-
Didit Herdiawan Ashaf – Wamen Kelautan dan Perikanan, Komisaris Utama PT Perikanan Indonesia (2 Mei 2025)
-
Juri Ardiantoro – Wamen Sekretaris Negara, Komisaris Utama PT Jasa Marga (7 Mei 2025)