nasional

Mempertanyakan Nasib Sejumlah Proyek Strategis di Sumbar di Tengah Efisiensi Anggaran Besar-besaran

Selasa, 11 Februari 2025 | 15:30 WIB
Salah satu jalan layang di Jepang yang menginspirasi model jalan layang atau Flyover Sitinjau Lauik. (Foto: Sworld/padangkita.com)

PADANG, RIAUSATU.COM - Pemerintah tengah mengencangkan ikat pinggang melakukan efisiensi anggaran, khususnya yang bersumber dari APBN. Salah satu yang paling banyak dipangkas adalah anggaran infrastruktur di Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Terkait dengan efisiensi APBN yang merupakan perintah langsung Presiden Prabowo Subianto ini, tentu saja juga berdampak pada pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat (Sumbar). Sejauh ini, Sumbar sendiri telah mengusulkan sejumlah proyek infrastruktur.

Sebagaimana telah diberitakan Padangkita.com, ada sejumlah proyek infrastruktur yang akan dibangun di Sumatera Barat (Sumbar), direncanakan mulai tahun ini hingga lima tahun ke depan. Nilai total sejumlah proyek skala besar ini dapat mencapai Rp10 triliun, bahkan bisa lebih.

Beberapa proyek di antaranya telah melewati sejumlah proses atau tahapan, seperti Flyover Sitinjau Lauik dan kelanjutan Jalan Tol Padang-Pekanbaru, Seksi Sicincin-Bukittinggi.

Sementara itu, satu proyek dalam proses sosialisasi, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Danau Singkarak. Kemudian, dua proyek lagi, yakni dua flyover di persimpangan Jl Bypass di Kota Padang baru masuk tahap pengusulan dan akan dilanjutkan dengan pengkajian teknis di Kementerian PU.

Bagaimana kelanjutan proyeksi infrastruktur yang bernilai triliunan di Ranah Minang ini?     

Dalam situs resminya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan terus berkomitmen menjalankan pembangunan infrastruktur nasional dengan mengoptimalkan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Skema ini menjadi solusi strategis dalam menghadapi keterbatasan anggaran APBN sekaligus membuka peluang investasi dari pihak swasta dan luar negeri guna mempercepat pembangunan infrastruktur yang berkualitas.

Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan anggaran.

"Sesuai arahan Presiden, kami terus mendorong investasi melalui skema KPBU agar pembangunan tetap berjalan optimal. Kolaborasi dengan sektor swasta memungkinkan proyek infrastruktur strategis dapat direalisasikan dengan lebih cepat dan efisien," ungkap Dody dalam keterangannya di situs Kementerian PU, dikutip Selasa (11/2/2025), dilansir padangkita.com.

Sebagai bagian dari strategi pendanaan kreatif, Kementerian PU telah menetapkan target pembangunan infrastruktur melalui skema KPBU pada periode 2025–2029 senilai Rp544,48 triliun.

Rencana ini mencakup pembangunan 11 proyek sumber daya air, 23 proyek jalan tol dan jembatan, serta 11 proyek permukiman. Dengan keterlibatan sektor swasta, diharapkan proyek-proyek tersebut dapat terealisasi dengan lebih optimal, baik dalam aspek pendanaan maupun efisiensi pelaksanaan.

Melalui KPBU, pemerintah membuka ruang bagi dunia usaha untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur dengan tetap memprioritaskan manfaat bagi masyarakat.

Dengan model pembiayaan yang lebih fleksibel, pemerintah tetap berperan sebagai regulator dan pengawas guna memastikan kualitas serta keberlanjutan proyek yang dikerjakan.

Salah satu sektor infrastruktur yang menjadi prioritas investasi adalah pembangunan bendungan, embung, jalan tol, dan jembatan. Infrastruktur ini tidak hanya mendukung ketahanan air dan konektivitas nasional, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan.

Halaman:

Tags

Terkini

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:20 WIB