“Banyak yang meninggal dalam kesengsaraan,” ungkap Wina.
Langkah awal yang diperlukan, menurut Wina Armada, pertama-tama organisasi-organisasi penulis harus bekerja sama dengan pemerintah membuat data base siapa saja pelukis Indonesia, termasuk biodatanya dan apa saja karyanya.
Dalam data ini juga nantinya dapat dilihat siapa saja yang sudah mengulas karyanya. Nanti setelah ini dapat ditingkatkan dengan pengelompokan berdasarkan parameter tertentu.
“Sehingga harga karya pelukis yang kurang berkualitas dengan harga pelukis yang sangat berkualitas dapat langsung dibedakan."
Menurut penilaian Wina Armada secara umum kemampuan pelukis Indonesia sangat kuat, apalagi jika dibandingkan negara-negara ASEAN, karya pelukis Indonesia jauh lebih bagus, namun pelukis kita kurang dikenal.
Hal ini disebabkan kurangnya publikasi dan penjabaran apa filosofi di balik masing-masing karya pelukis Indonesia sangat kurang.
Walhasil pelukis dan karyanya kurang dikenal, dan menyebabkan sulit mendapat pasar internasional. “Padahal itulah antara lain tugas pemerintah, “ tutur Wina
Pameran lukisan bertajuk “Harmoni Merah Putih Nusantara“ yang menghadirkan 57 karya dari 56 pelukis ini, dibuka oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. Pembicaraan lain, Restog Krisna Kusuma. ***