nasional

Negara Perlu Membantu Meningkatkan Kesejahteraan Pelukis

Rabu, 11 Desember 2024 | 09:07 WIB
Wina Armada Sukardi. (f: ist)

JAKARTA, RIAUSATU.COM – Sesuai dengan jiwa UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Pemerintah berkewajiban membantu para pelukis meningkatkan kemampuan manegerialnya terutama di bidang marketing.

Karena dewasa ini tatanan persaingan global dan pasar seni rupa sudah mengalami banyak pergeseran dibanding pola pasar tradisional.

Demikian diungkapkan oleh budayawan Wina Armada Sukardi, di depan peserta dan pengunjung pameran lukisan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perupa Nusantara (ASPEN), di Gedung Imperium, Jakarta, Selasa (10/12/2024).

Kolektor lukisan dan kritikus film itu menjelaskan, dalam UU Pemajuan Kebudayaan pemerintah diamanatkan untuk meletakan seni Indonesia sebagai bagian dari kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia.

“Artinya, menjadi kewajiban pemerintah untuk mengangkat kemampuan pelukis dalam persaingan internasional,” kata penyair dan novelis ini, seperti rilis yang diterima riausatu.com.

Wina Armada menjelaskan, para seniman Indonesia, terutama pelukis, dewasa ini tidak hanya perlu menguasai teknis berkarya, tetapi juga sudah saatnya mengetahui prinsip dan mekanisme marketing modern.

Dengan begitu, tambah Wina, para pelukis dapat memperoleh pasar yang lebih luas.

Wina Armada mengingatkan, sesuai dengan UU Pemajuan Kebudayaan, Pemerintah harus menerapkan empat asas dalam pemajuan kebudayaan, yakni perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan.

Dalam kontek ini, terhadap para pelukis harus diberikan perlindungan dan pembinaan. “Tugas negaralah membuka peluang pelukis sampai ke taraf internasional,” kata Wina.

Dalam konteks ini pulalah, Wina Armada melihat sudah sewajarnya negara memberikan bantuan kesejahteraan kepada para pelukis.

Wina memberi contoh, di negara tetangga  ada  sastrawan negara. Artinya, sastrawan tertentu tersebut digaji oleh negara. 

Di Indonesia pada zaman Soekarno, walaupun belum ada pelukis negara, tetapi sudah ada pelukis istana yang karya-karyanya dibeli presiden dan menjadi koleksi istana.

“Dengan begitu pelukisnya dapat terjamin dan karyanya lebih dikenal,” ujar Wina.

Lewat latar belakang itu, Wina mengusulkan sudah saatnya negara juga mengangkat pelukis-pelukis negara. "Kriterianya bagaimana terserah kepada kesepakatan pelukis saja,” katanya.

Wina mengungkapkan jangan sampai terjadi seperti saat ini. Ketika masa tua apalagi sakit, para pelukis umumnya mengalami kesulitan ekonomi.

Halaman:

Tags

Terkini

Monumen SMSI Menjadi Salah Satu DTW di Cilegon

Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:51 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik

Jumat, 29 Mei 2026 | 21:15 WIB