JAKARTA, RIAUSATU.COM - Presiden Joko Widodo akan mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden selama dua periode pada tanggal 20 Oktober 2024 mendatang.
Jokowi dikabarkan akan kembali ke Solo setelah pelantikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming.
Ia nantinya akan menerima uang pensiunan puluhan juta, dari gaji pokok Rp30.240.000 dan tunjangan Rp32.500.000 setiap bulannya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga telah memilih rumah pensiun seluas 12.000 meter persergi di Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah.
Lalu, berapa harta kekayaan Jokowi saat ini? Dilansir Pikiran-Rakyat.com dari situs LHKPN data tahun 2014 hingga 2023, naik puluhan miliar.
Diketahui, total harta kekayaan Jokowi saat pertama kali dilaporkan usai menang Pilpres 2014 yakni sebesar Rp30.169.266.012 pada 14 Mei 2014.
Lalu pada 31 Desember 2014 naik menjadi Rp33.475.557.928, kemudian pada 31 Desember 2017 naik lagi menjadi Rp.49.062.239.628.
Lanjut pada 31 Desember 2019 sebesar Rp.54.718.200.893, 31 Desember 2020 naik menjadi Rp.63.616.935.818, 31 Desember 2021 menjadi Rp.71.471.446.189.
Kemudian pada 31 Desember 2022, hartanya naik menjadi Rp.82.369.583.676, dan laporan terakhir pada 31 Desember 2023 total kekayaannya menjadi Rp.95.820.385.076.
Dalam laporan per tanggal 23 Maret 2024, Jokowi dilaporkan memiliki 20 tanah dan bangunan hasil sendiri yang tersebar di sejumlah kota.
Dari data yang dihimpun, suami Iriana itu memiliki rumah di Sukoharjo, Surakarta, Karanganyar, Sragen, Boyolali, dan Jakarta Selatan.
Lalu, Jokowi juga dilaporkan memiliki delapan kendaraan dengan harga beragam, mulai keluaran tahun 1997 dan terakhir tahun 2012.
Mobil pertamanya yakni Suzuki Pick Up seharga Rp10.000.000 dan terakhir Nissan Juke Minibus seharga Rp100.000.000.
Ayah kandung Gibran tersebut juga dilaporkan memiliki harta bergerak lain senilai Rp356.950.000, serta kas dan setara kas Rp20.835.485.076.
Mantan Walikota Solo itu pun tercatat tidak memiliki hutang. Adapun data harta kekayaan tahun 2024 tidak ada atau belum dilaporkan.***