PALEMBANG, RIAUSATU.COM - Pejabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Elen Setiadi, S.H., M.S.E menilai judi online merupakan tren yang sangat menjerumuskan dan merugikan merugikan masyarakat.
Oleh karenanya, Elen Setiadi menghimbau masyarakat Sumsel untuk menghindari praktik judi online.
“Judi online ini bahaya sekali, yang tidak punya uang malah ikut judi tambah tidak ada uang. Padahal sebenarnya uangnya bisa dipakai untuk keperluan keluarga dan kehidupan sehari-sehari," ungkapnya.
Diingatkan, judi tidak akan pernah membuat kaya dan menang karena itu melawan sistem. "Jadi hindari judi online,” tegasnya, dilansir deklarasinews.com.
Menurutnya, maraknya aplikasi judi online di masyarakat karena aksesnya yang begitu mudah dan tergolong ilegal.
“Yang paling sulit saat ini mencegah berbagai aplikasi keuangan ilegal yang membuat masyarakat tidak produktif dan merugikan, salah satunya judi online ini yang semakin hari semakin mengkhawatirkan," ujarnya.
"Kita mendapat laporan OJK dan BI transaksinya cukup besar di Sumsel, ini dikarenakan aksesnya sangat mudah sekali didapatkan setiap orang, ini tantangan kita untuk membasminya,” tandasnya.
Untuk menekan merebaknya judi online di Sunsel, Elen Setiadi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel terus berkolaborasi dalam upaya pemberantasan judi online.
“Kita mengambil data teman-teman dari OJK, datanya cukup signifikan dan minggu depan kita akan adakan rapat khusus terkait judi online yang semakin marak ini," ulasnya.
"Dalam rapatnya nanti kita akan mendiskusikan, mencari jalan untuk mencegah ini karena sudah semakin banyak masyarakat yang terjebak akan judi online ini,” tegas Elen kepada awak media di Griya Agung Palembang, Minggu (18/8/2024).
Lebih lanjut Elen Setiadi menambahkan, pihak OJK dan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumsel telah berupaya mengambil langkah tegas dengan menutup sejumlah akun judi online yang marak di akses oleh masyarakat.
“OJK dan BI di Sumsel telah menutup beberapa akun judi online, detailnya nanti kita akan bahas minggu depan,” ujarnya