Pemerintah dapat menerapkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk mengisi waduk-waduk di daerah yang berpotensi mengalami kondisi kering saat musim kemarau.
TMC juga dapat dilakukan untuk membasahi dan menaikkan muka air tanah pada daerah yang rawan mengalami kebakaran lahan dan hutan, maupun pada lahan gambut.
Daerah yang masih mengalami hujan atau transisi dari musim hujan ke musim kemarau disarankan untuk segera mengoptimalkan upaya memanen air hujan.
Untuk memanen air hujan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu dengan menggunakan tandon, mengisi embung, kolam retensi, sumur resapan, dan sebagainya.
Upaya tersebut dilakukan sebagai mitigasi atau pencegahan dari dampak musim kemarau yang akan segera terjadi di Indonesia.
Selain itu, Dwikorita menyarankan agar masyarakat menyesuaikan pola dan waktu tanam untuk iklim kering pada wilayah yang terdampak.
Masyarakat juga dapat memonitor perkembangan informasi cuaca dan iklim dari BMKG melalui berbagai kanal informasi.***