nasional

Atal S Depari Tumbang, Hendri Ch Bangun Ketum PWI, Zulmansyah Sekedang Penentu

Rabu, 27 September 2023 | 13:15 WIB
(Dari kiri) Atal S Depari, Hendry Ch Bangun, dan Zulmansyah Sekedang, di arena Kongres XXV PWI di Bandung, Selasa (26/9/2023) malam. (f: istimewa)

JAKARTA, RIAUSATU.COM – Kongres XXV PWI di Bandung, Jawa Barat, yang berlangsung dari 25-26 September 2023, menghentikan langkah Atal Sembiring Depari untuk duduk kembali menjadi Ketua Umum PWI Pusat 2023-2028.

Ia terjungkal ditumbangkan oleh rival beratnya Hendri Ch Bangun yang pada Kongres PWI di Solo 2018, kalah tipis selisih 3 suara dengan Atal.

Sedangkan untuk Ketua Dewan Kehormatan secara aklamasi terpilih Sasongko Tedjo yang sebelumnya Sekretaris DK bersama Ilham Bintang sebagai Ketua. IB patuh pada konstitusi PWI, karena sudah dua kali menjabat Ketua DK.

Pemilihan Ketum berlangsung dua putaran. Putaran pertama diikuti tiga calon yakni Atal S Depari memperoleh 40 suara, Hendri Ch Bangun 39 suara, dan Zulmansyah Sekedang 9 suara.

Untuk putaran kedua hanya dua calon yakni Atal S Depari dan Hendri Ch Bangun. Sampai pemilihan dini hari, akhirnya Hendri Ch Bangun menang dengan mendapat 47 suara dan Atal S Depari 41 suara.

Ini menunjukkan bahwa Hendri Ch Bangun mampu mengambil suara pemilih Zulmansyah 8 suara, sedang Atal S Depari hanya bertambah 1 suara.

Sidang dipimpin Lutfil Hakim (PWI Jatim), Farianda Putra Sinik (PWI Sumut),Samsir Hamajen (PWI Maluku Utara) menyatakan bahwa Ketum terpilih sekaligus Ketua formatur adalah Hendri Ch Bangun.

"Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh wartawan PWI di Indonesia. Ini sebuah tantangan yang besar untuk mewujudkan visi dan misi PWI ke depannya," ujar Hendry Ch Bangun.

Menurutnya, pemilihan yang berlangsung demokratis dapat dijadikan contoh sebuah demokrasi. "PWI sebagai rumah bersama, PWI harus semakin kompak dan solid," jelas Hendri.

Kemenangan Hendry Ch Bangun adalah menunjukan sifat kritis anggota  yang mengikuti kongres.

LPj Dewan Kehormatan sangat menginspirasi peserta, termasuk tulisan Marah Sakti Siregar yang mempreteli  5 tahun sepak terjang Ketum baik secara internal maupun eksternal.

Sudah jamak diketahui umum, selama 5 tahun Atal menjadi komandan organisasi besar ini, banyak yang kontroversial. Untuk memenuhi syahwatnya tak segan-segan melabrak aturan organisasi. Bahkan berani menyatakan PDPRT dan KPW  tidak sah lantaran belum didaftarkan.

Sanksi DK tak satu pun dieksekusinya yakni skorsing Zulkifli Gani Ottoh (Zugito) dan pemberhentian Basril Basyar yang diketahui sebagai ASN sebagaimana telah dilarang dalam Kode Perilaku Wartawan.

Sebaliknya, Atal S Depari menjadikan Zugito sebagai tangan kanan dan melakukan pelantikan Basril Basyar yang hingga kini masih status ASN, dosen Fakultas Peternakan Unand.

Penentu kemenangan lainnya adalah  keelokan Zulmansyah Sekedang, Ketua PWI Riau yang ikut bertarung pada putaran pertama dengan mendapat 9 suara, dan pada putaran akhir diberikan kepada Hendry Ch Bangun sebanyak 8 suara dan 1 suara diberikan ke Atal S Depari. ***

Tags

Terkini

Monumen SMSI Menjadi Salah Satu DTW di Cilegon

Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:51 WIB

BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik

Jumat, 29 Mei 2026 | 21:15 WIB